11 Orang di Lumajang Terjaring Operasi Yustisi Dihukum Denda dan Sanksi Sosial

6816

BIDIKNEWS.id, Lumajang - Memasuki hari ke tujuh penerapan PPKM darurat, petugas gabungan Kabupaten Lumajang mencatat, ada 11 orang terjaring melanggar protokol kesehatan dan langsung disidang di tempat operasi yustisi, Jumat (9/7/2021).

Informasi yang diterima Bidik News, Sidang di tempat melibatkan TNI-Polri, Dishub dan satpol PP Kabupaten Lumajang, dengan menghadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lumajang dan Hakim dari Pengadilan Negeri Lumajang.

Operasi Yustisi disiplin PPKM Darurat digelar di Balai Desa Kuteronon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, menggandeng Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Lumajang.

Advertise

Dalam sidang di tempat itu, sanksi yang dikenakan terhadap 11 orang itu beragam, mulai dari membayar denda Rp 50 ribu, menjalani sanksi sosial menghapalkan butir-butir Pancasila, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selain itu, ada pelanggar 25 orang lainnya, setelah dilakukan swab antigen hasilnya seluruh negatif. Sebelumnya, warga terjaring petugas gabungan saat melaksanakan patroli di wilayah Lumajang mendapati warga sedang berkerumun di warung kopi dan kafe dan tidak menerapkan prokes seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Warga yang melanggar Prokes langsung diangkut menggunakan dua truk Polisi untuk menuju Balai Desa Kutorenon kecamatan Sukodono untuk disidangkan.

Kapolres Lumajang AKBP. Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, sidang di tempat pelanggaran prokes tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pelajaran bagi warga Lumajang, di situasi darurat ini sanksi tegas sudah mulai diberlakukan, baik itu sanksi sosial maupun denda.

“Kami bersinergi dengan TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dishub, Satpol PP untuk melaksanakan operasi yustisi sidang di tempat,” ujarnya.

Sejauh ini menurut Kapolres, Kabupaten Lumajang terus menunjukkan penurunan mobilitas warga, karena warga sudah semakin tertib.

“Kita juga gencar melakukan operasi yustisi pagi, siang, sore dan malam. Sejauh ini terus menurun tingkat mobilitas warga dan tingkat ketaatan warga semakin meningkat,” jelas Eka Yekti.

Laporan : Biro Jatim _ Kuswanto
Editor : Redaktur Bidik News