2 Tahun bergulir, Pelaporan Tidak ditindak Polsek Biring Bulu dan Polres Gowa

5
Perselisihan antar warga yang terjadi di Kelurahan Tonro Rita Kec. Biring Bulu berujung Pengrusakan lahan dan penganiayaan. Perihal ini kemudian oleh korban dibawa ke ranah hukum sebagai bentuk kesadaran negara. Korban  H. Syafruddin kemudian mengadu perihal penganiayaan dengan Laporan Polisi Nomor 27 THN 2017. 

Dari keterangan warga sekitar yang berhasil dihimpun tim media, pengrusakan yang berujung penganiayaan ini ternyata bukan kali pertama terjadi, dan pelakupun masih tetap dengan orang yang sama yang merusak dan mengancam H. Syafaruddin dan keluarga. 

Intimidasi terus di lakukan oleh terlapor. Bahkan pengancaman pembunuhan juga sudah. Polsek Biring Bulu juga mengetahui hal tersebut, namun tidak ada penyelesaian. Merasa pelaku kebal hukum di wilayah Sektor Biring Bulu, dan pengrusakan parah kembali terjadi  lagi pada bulan september 2018 yang dilakukan oleh pelaku yang sama, hal ini kemudian dilaporkan ke Polres Gowa dengan LP No:LPB/419/IX/2018/SPKT, tertanggal 30/september/2018, yang kemudian terbit SP2HP dengan No:B/430/SP2HP Ke-1/X/2018/Reskrim, pada tanggal 16/oktober/2018 yang melimpahkan penyelidikan/penyidikan ke Polsek Biring Bulu dengan menunjuk IPDA JAJJI KARIM yang saat itu menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Biring Bulu. Akan tetapi penanganan tetap tidak jelas. 

Menurut penjelasan kerabat H. Syafruddin yang kepada media ini namanya minta dirahasiakan, akibat dari pembiaran pelaporan di Polsek dan tidak ada tindak lanjut yang konkrit dari Polres,  pengrusakan kembali terjadi dan malah kembali terjadi penganiayaan dan pengancaman.

Sementara di tempat berbeda, H. Syafruddin mengaku sangat menyayangkan atas sikap aparat kepolisian Polres Gowa dan Polsek Biring Bulu yang terkesan mengabaikan laporannya. 

“Kami sangat menyayangkan sikap aparat Polsek Biring Bulu dan Polres Gowa yang sepertinya tidak serius tangani masalah ini, akibatnya hari ini kembali rumah om saya yang jadi sasaran, pintunya dirusak dan adik saya diancam akan dibunuh oleh kepala lingkungan sendiri, ucap HS menjelaskan 

Lanjut beliau, “Selain rumah om saya yang dirusak, istri teman saya juga malah jadi korban PENGANIAYAAN oleh anak Abd. Malik, terhadap istri teman saya, sementara istri teman saya ini tidak tau apa apa”. 

Masih dengan penjelasan H. Syafruddin, karena saran dari teman dan keluarga, akhirnya saya bawa ini istri teman saya melapor ke POLDA SULSEL dengan harapan bisa mendapat keadilan dan penanganan dari kepolisian, agar para pelaku bisa segera mendaptkan hukuman, tutup H. Syafruddin sambil menunjukkan LP No:LP_B/366/X/2019/SPKT Polda Sulsel tertanggal 13/oktober 2019.