Bersama Puluhan Organisasi Buruh, ABI Mengutuk keras RUU – CiLaKa

93

Makassar, bidiknews.id – Asosiasi Buruh Independen (ABI) menyayangkan sikap pemerintah dan Dewan sebagai perwakilan Rakyat di Parlemen yang tetap ngotot mempertahankan Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (RUU – CiLAkA) atau yang santer dengan istilah Omnibuslaw.

Hal ini disampaikan oleh Burhanuddin, Koordinator bidang Advokasi ABI saat mengikuti Aksi penolakan RUU – Omnibuslaw di beberapa titik di Makassar.

Puluhan Organisasi Buruh dan Mahasiswa ikut menyuarakan penolakannya terhadap RUU yang hendak disahkan ini. Mereka menamakan identitas mereka dengan sebutan “Gerakan Rakyat Makassar Menolak”. Berbagai spanduk dan ucapan penolakan dipampang lebar.

Advertise

Baca Juga

Diantara organisasi yang turut pada unjuk rasa ini adalah Asosiasi Buruh Independen (ABI), Gabungan Serikat Butuh Nusantara (GSBN), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Buruh Nasional (SPBN) Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Forum Perjuangan Buruh Nasional (FPBN), GRD, KPR, KPK, Forum Mahasiswa Kerakyatan (FMJ) dan masih banyak Organisasi Buruh lainnya.

ABI yang diwakili koordinator Advokasi, mengutuk dan menentang keras. Hal ini disampaikan Burhanuddin, beliau menilai ada kepentingan konglomerat dan Oengusaha di dalamnya. Menurut beliau, jika RUU ini disahkan, maka Buruh yang selama ini menerima upah Minimum bisa dikurangi, jam kerjanyapun bisa over serta akan timbul kesewenangan wenangan lainnya.

Selain itu, Salim, ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) juga menyampaikan penyesalannya atas Rancangan Undang-undang ini. Menurutnya jika RUU ini disahkan, maka akan merampas hak hak pekerja yang selama inipun masih belum tuntas diberikan oleh penyedia kerja ataupun investor.

Bahkan menurutnya, konsep yang diajukan juga ditolak oleh Pemerintah dengan alasan bukan forum nogosiasi. Sehingga menurut beliau ini merupakan keberpihakan terhadap investor untuk memangkas hak hak pekerja

Redaktur Bidik News