36 Hari ditahan Polda Sulsel. Asrul, Jurnalis yang beritakan Korupsi akhirnya ditangguhkan

25

Makassar, bidiknews.net – Belakangan, kriminalisasi Jurnalis dengan dalih Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) terus dilancarkan oleh aparat yang harusnya menjaga wajah Demokrasi Bangsa, sekian kasus penganiayaan dan jeratan pasal karet selalu dialamatkan kepada Jurnalis yang memikul tanggung jawab mulia ini.

Salah sataunya, Muhammad Asrul. Jurnalis yang ditahan Polda Sulsel gegara pemberitaan dugaan korupsi di Kota Palopo. Namun karena ada Surat dari Dewan Pers, Asrul ditangguhkan, setelah sebelumnya mendekam di Jeruji besi Polda Sulsel selama 36 hari.

Dirkrimsus Polda Sulsel resmi mengeluarkan surat penangguhan, pada Jumat (6/3/2020). Muhammad Asrul ditahan sejak 30 Januari 2020 lalu dan setelah 36 hari dibui barulah ditangguhkan.

Advertise

Baca Juga

“Tadi sore, saya dihubungi pihak penyidik Polda Sulsel. Malamnya saya ke Polda,” ucap Andi Hasrianti, istri Muhammad Asrul yang menjemput suaminya, Jumat (6/3/2020) malam didampingi Koordinator Koalisi Pembela Kebebasan Pers (KPKP), Sofyan dan pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Aziz Dumpa, SH., MH.

Sebelumnya, Muhammad Arsyad, Koordinator Tim Hukum Koalisi Advokat untuk Kebebasan Pers dan Berekspresi serta Tim Hukum Koalisi Pembela Kebebasan Pers (KPKP) untuk Asrul mendapatkan surat jawaban Dewan Pers yang diteken Ketua Dewan Pers M. Nuh.

Surat tersebut, mempertegas bahwa sesungguhnya kasus Asrul adalah kasus Pers. Aturannya juga sudah jelas, mekanisme Sengketa Pers. Asrul tak perlu ditangkap apalagi ditahan, Ia ditangkap karena aktivitasnya sebagai jurnalis, adalah upaya mematikan Demokrasi di Negeri tercinta ini.

“Kriminalisasi Pers dengan jerat ITE, begitu terbentang di depan mata kita, hari-hari belakangan ini
Semoga polisi bisa memahaminya sebagai sebuah tindakan yang sesungguhnya mencederai demokrasi dan hak asasi manusia itu sendiri. Karya jurnalistik bukanlah kejahatan, dan para jurnalis sudah sepantasnya dibela, dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya,”
Papar Arsyad,

Pada Jumat, kemarin, Tim Hukum untum Asrul telah melaporkan kasus Muhammad Asrul ke Kapolri, Propam Mabes Polri, dan Komnas HAM.

Editor : Redaktur Bidik News