KOMPAK Jatim Ikut Tangani Desk Relawan Bencana Gunung Semeru

23

BIDIKNEWS.id, Lumajang – Komando Pasukan Kebencanaan (KOMPAK) Jawa Timur langsung bergerak dalam penanganan bencana letusan Gunung Semeru. KOMPAK Jatim melakukan asistensi terhadap organisasi relawan Lumajang dan sekitarnya dengan melakukan pendirian Desk Relawan.

KOMPAK Jatim dipimpin langsung oleh Koordinator Adrian Kurniawan. Mereka langsung bergerak ke lokasi Rabu 2/12/2020.

Bersama 17 organisasi relawan kebencanaan, seperti Laskar Semeru 8 orang, Jabrik (1), MDMC (3), Lazismu (1), Tagana (30), NU Peduli/LPBI NU, Baznas Tanggap Bencana (7), Oposisi (2), Brandal Alas (1), Dompet Dhuafa (4), Pramuka Peduli (2), RAPI (4), Lumajang Social Semeru, BMH (3), IPCI (4), dan PMI membangun sinergitas Desk Relawan.

Sedangkan diluar organisasi relawan kebencanaan juga ada diantaranya Ikatan Panther Community Indonesia maupun Nasdem Peduli.

“Kami berangkat dari Sidoarjo pukul 17.30 WIB dan tiba di lokasi Desk Relawan Pos 1 siang hari di rumah Pak Sabdo Wahyono di Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Pos 2 di rumah Pak Yanto yang zona aman,” jelas Adrian Kurniawan, sesampai di lokasi.

Selain berperan ikut mendirikan Desk Relawan, KOMPAK Jatim juga membawa bantuan berupa 1.500 masker, 100 face shield, 13 dus air minum, dan dana tunai Rp 2 juta.

Menurut Adrian Kurniawan, Desk Relawan melakukan tugasnya, di antaranya mendata dan menjadi pusat informasi bagi relawan anggota organisasi relawan kebencanaan. Selain itu, juga mendata para relawan perorangan yang melakukan respon terhadap bencana ini.

“Selain itu, Desk Relawan bertugas melaporkan data harian berapa personel maupun berapa organisasi yang ikut dalam penanggulangan bencana ini,” imbuh Adrian.

Lokasi Desk Relawan memang cukup dekat dengan titik lokasi semburan Gunung Semeru. Daerah ini masuk ring 1 atau sekitar 9 km dari kawah Semeru.

Saat ini, debu vulkanik di daerah Gumukmas maupun Supiturang sudah mulai berangsur hilang. Apalagi, cuaca di sana sudah diguyur hujan gerimis. Namun debu vulkanik di Kamarkajang masih tampak.

“Di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro masih tampak abu. Ini terlihat di genteng-genteng rumah warga,” kata Adrian .

Untuk sementara, para peyintas berjumlah sekitar 1.500 orang. Di antaranya adalah balita 386, bayi 65, ibu hamil 53 orang, lansia 378 orang.

Laporan : Biro Jatim_Kusno/Andre
Editor : Redaktur Bidik News