BAIN HAM RI Pusat minta Kasi Intel Kejari Bantaeng dicopot

83

Makassar, bidiknews.net – Kejadian yang tak pantas sebagai pelayan masyarakat di tunjukkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng Sulawesi Selatan; Budi Setiawan saat menerima kedatangan  Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DPD-BAIN HAM RI) Bantaeng Pada, Senin, 20/01/2020.

Kejadian yang tak beretika sebagai pelayan masyarakat tersebut, terjadi senin siang, dimana Kasi Intel Kejari Bantaeng Budi Setiawan merampas Telepon seluler milik Rusdi, Sekretaris DPD BAIN HAM RI Bantaeng saat bersama pengurus lainnya mempertanyakan laporan yang telah di masukkan beberapa bulan lalu terkait dugaan korupsi dana bansos Pemda Bantaeng 2017.

Apa yang dialami anggotanya di Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng, mendapat reaksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BAIN HAM RI dengan meminta BAIN HAM RI Bantaeng untuk melakukan perlawanan dengan upaya upaya hukum.

Advertise

Baca Juga

Ketua Umum DPP BAIN HAM RI, Dr. Muhammad Nur, SH., MH mengatakan tindakan Kasi Intel Kejari Bantaeng telah melanggar Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik,

“Kasi Intel Kejari Bantaeng telah melanggar undang undang nomor 14 tahun 2008”, cetusnya.

Lanjut beliau seharusnya Kasi Intel melayani apa yang di butuhkan BAIN HAM RI Bantaeng bukan dengan cara membentak dan merampas telepon selulernya,

“Apa yang dilakukan Budi Setiawan bukan solusi yang di berikan sebagai pelayan masyarakat” sambungnya.

Muhammad Nur meminta dengan tegas agar Kasi Intel Kejari Bantaeng di copot dari Jabatannya karena tidak layak menduduki jabatan dengan karakter personal emosional.

Pria kelahiran Jeneponto ini, menegaskan, akan mengumpulkan Pengurus BAIN HAM RI Sulsel dan BAIN HAM RI Bantaeng untuk melanjutkan kasus ini dengan upaya hukum sesuai pelanggaran yang di tunjukkan oleh kasi Intel Kejari Bantaeng.

Editor : Redaktur Bidik News