Ada Yang Unik Di Festival Budaya Bahari “Olang Mangsari”, Mau Ikut! Buruan Daftar Bisa Lewat Online

248

BIDIKNEWS.id, Alor - Panorama alam di wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Alor yang dijuluki Surga di Timur Matahari tak terhitung jumlahnya. Setelah di beberapa daerah Nusa Kenari ini mengadakan Festival maupun Event skala Lokal hingga Nasional, kini nampak lagi di salah satu pantai yang ada di pulau pura yakni pantai Vetabang Dadibira, Desa Pura Utara, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Pantai Vetabang yang berhadapan dengan Pulau Pantar, Pulau Ternate, Pulau Kepa dan Pulau Alor ini akan dijadikan masyarakat Desa Pura Utara sebagai pusat kegiatan atraksi budaya, ekonomi, maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang akan digelar pada tanggal 14 dan 15 Juni 2022 mendatang.

Kegiatan masyarakat yang dimaksud ialah Festival Budaya Bahari dengan nama "Olang Mangsari", yang menurut masyarakat setempat artinya aktivitas cari hidup.

Advertise

Pertemuan Panitia Pelaksana Festival Budaya Bahari "Olang Mangsari" dengan Camat Pulau Pura, Lurah Pura, Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Pura dan Pendeta se-Kecamatan Pulau Pura di Pantai Vetabang Dadibira yang akan dijadikan tempat Festival tersebut.

Segala persiapan dan kesiapan terus dilakukan sebelum tiba hari pelaksanaan. Informasi yang dihimpun Bidik News melalui sumber terpercaya hingga Sabtu 4 Mei 2022 malam, rapat pemantapan bersama antara pihak GMIT Jemaat Elim Dadibira, Camat Pulau Pura Baktir Kou, SH bersama jajaran., Lurah Pura dan Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Pura dan elemen masyarakat lainnya pun sudah dilakukan.

Apa Itu "Olang Mangsari" Dan Festival Budaya Bahari Ini!

Dikutip dari EASTNUSATENGGARA.ID, Sabtu 28 Mei 2022, "Olang Mangsari” (Aktivitas Cari Hidup) merupakan kebudayaan dari cara hidup masyarakat Pulau Pura yang berkembang dan dimiliki secara bersama serta diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan “Olang Mangsari” ini merupakan hal kompleks yang mencakup beberapa hal di dalamnya seperti kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat-istiadat serta kemampuan yang dapat diperoleh masyarakat sebagai bagian dari wilayah kepulauan.

Kebudayaan “Olang Mangsari” ini juga merupakan seluruh hasil karya, rasa, dan cipta dari masyarakat Pulau Pura yang harus diakui bahwa seiring perkembangan zaman mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Misalnya cara membuat “bubu”, menyelam secara tradisional, membuat anyaman, mengelola jagung dan menenun.

Dari perspektif itulah, yang kemudian mendorong Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Pdt. Jenny Amelia Missa, S.Si (Teol)., M.Sn., dan Majelis Jemaat Harian (MJH) serta seluruh Jemaat Elim Dadibira, Desa Pura Utara, Kecamatan Pulau Pura, Alor-NTT, merespon dengan memikirkan konsep dan bersepakat untuk mengadakan Festival Budaya Bahari "Olang Mangsari" dengan tujuan untuk memberikan rasa cinta umat kepada alam dan juga agar mampu meningkatkan ekonomi jemaat dan masyarakat umum.

Sebagai gereja, kami memahami kebudayaan ini sebagai sebuah respon orang Pura terhadap karya Allah melalui Roh Kudus yang telah berdiam serta berkarya bagi kehidupan di laut dan di tanah Pura. Karena itu, “Olang Mangsari” perlu dirayakan dan dirawat sebagai ruang perjumpaan dengan Allah dan sesama ciptaan Allah. Dengan begitu, kami juga semakin mengakui dan mensyukuri kehadiran ciptaan lain di laut dan di tanah yang telah memberikan kehidupan kepada kami. Sebaliknya, kami juga dapat membarui komitmen kami untuk menghormati dan menghargai sesama makhluk ciptaan itu dengan cara merevitalisasi kebudayaan “Olang Mangsari”. Berbudaya “Olang Mangsari” akan menolong kami untuk meneladani Kristus yang melibatkan laut di tanah Galilea dalam karya-Nya memberi makan orang banyak.

Maka, kami sebagai jemaat Elim Dadibira, Klasis Alor Barat Laut yang merupakan salah satu Jemaat di wilayah Pulau Pura akan menyelenggarakan festival “Olang Mangsari”. Festival ini adalah salah satu bentuk dari upaya revitalisasi kebudayaan tersebut. Ia bertujuan mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap alam yaitu laut dan tanah,  serta terhadap cara hidupp manusia yang ramah serta penuh hormat terhadap laut. Melalui festival ini, kami juga hendak menawarkan “Olang Mangsari” sebagai sebuah kearifan lokal yang dapat berkonribusi secara positif bagi upaya-upaya konservasi laut di Indonesia dan dunia di tengah-tengah krisis ekologis laut yang sedang mengancam kehidupan di planet sini.

Kegiatan Festival ini telah dibuka untuk umum dan waktu pelaksanaan kegiatan Festival Budaya Bahari "Olang Mangsari" selama 2 hari yakni Selasa dan Rabu, tanggal 14-15 Juni 2022.

Adapun jenis kegiatan yang dapat disaksikan antara lain, Cara Mencari Meting (Siput Laut) Secara Tradisional (gratis). Cara Mengambil Bubu Dalam Laut dan Cara Pembuatan Ikan Tali (gratis). Cara Panjat Tuak (gratis). Cara Penyulingan Sopi, Pembuatan Anggur dan Pembuatan Sopi Gingseng (gratis). Cara Pengolaan Jagung Katemak, Jagung Bose, Jagung Titim Beras Jagung (gratis). Cara Menganyam bubu, nyiru, topi, tas, bakul dan lainnya dari daun lontar (gratis). Cara menenun Sarung (gratis). Ada Juga Panggung Hiburan Malam (gratis).

Bagi anda yang suka snorkeling dan lainnya. Nih ada paket Snorkeling (350K/Orang+Alat+Guide+Paket Makan). Ada Diving (650K/Orang + Alat + Guide + Paket Makan). Ada Free Diving (500K/Orang + Guide + Paket Makan)

Selain itu, ada juga disiapkan Pameran Kreatif dan Wisata Kuliner berbayar sesuai dengan barang dan makanan yang diminati dan juga Perlombaan Dayung Perahu.

Bagi peserta yang masuk Lokasi Festival dikenakan biaya masuk sesuai kategori tempat asal dengan rincian sebagai berikut; Peserta di wilayah Pulau Pura, Rp. 5000/Orang/Dewasa dan Rp. 2000/Orang Anak/Remaja. Peserta di wilayah Kalabahi dan sekitarnya, Rp. 10.000/Orang/Dewasa dan Rp.5000/Orang/Anak/Remaja. Peserta di luar Pulau Alor, Rp. 20.000/Orang/Dewasa dan Rp. 10.000/Orang/Anak/Remaja.

Akses masuk ke lokasi Festival Budaya Bahari "Olang Mangsari" juga dipermudah oleh panitia penyelenggara yakni, Transportasi dari pelabuhan Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur ke Lokasi Festival di Desa Pura Utara, Kecamatan Pulau Pura, disiapkan oleh Panitia dan Penginapan pun disiapkan juga di rumah-rumah jemaat secara Gratis.

Tunggu apa lagi, ayo buruan mendaftar secara online melalui https://forms.gle/7siwWapvwMmLBejJ9 dan bisa juga menghubungi panitia penyelenggara melalui nomor WhatsApp (082 113 224 111 ) dan (082 144 908 474) agar anda tidak terlewatkan moment berharga dan spesial ini.

Laporan/Editor: Markus Kari