ALMASI Nilai Pemprof NTT Dalang Kasus “Human Trafficking”

8
Foto: Doc. Bidik

Makassar, bidiknews.net

Kasus Perdagangan Manusia (Human Trafficking) dan Penyelundupan Orang (People Smuggling) adalah tindakan yang bersifat immoral dan melenceng dari khitah kemanusiaan. Kasus ini juga marak terjadi di seluruh lapisan kehidupan masyarakat terkhusus di NTT. Hal inilah kemudian mengundang gelak taring mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa (ALMASI)  NTT Makassar. Melalui diskusi yang dilakukan di Kafe Pa’de Jl. Alauddin Makassar pada Rabu, 25/6/19 dengan tema “Menakar Kapabilitas Peran Pemerintah Provinsi NTT Terhadap Kasus Human Trafficking”, ALMASI NTT Mkassar unjuk kemampuan bahkan berencana Melakukan konsolidasi dan Aksi besar besaran di Kupang jika kasus ini terus bertambah. 
Ngobrol Pintar (Ngopi) bareng yang di inisiasikan oleh ALMASI  tersebut di hadiri oleh beberapa organisasi daerah yang berada di makassar, di antaranya PERSMA NTT- Makassar, IKAPPRI Makassar,  PEMAKERBMMA-Makassar,  HIMAB Makassar, dan beberapa organisasi NTT lainnya.
Masrullah, Peserta diskusi dan juga anggota ALMASI ikut mengomentari Tema diskusi pada malam ini.
“Jika Pemprof menutup mata soal Human Trafficking yang sudah berulang kali terjadi ini maka mereka justru adalah dalangnya. Ujar Masrul
ALMASI menilai Pemerintah NTT hari ini gagal mengatasi kasus Human Trafficking. Sudah puluhan Peti mati bahkan beralaskan Karton bekas, mayat terus dikirim dalam rentan waktu beberapa tahun ini. Anak bangsa yang Jiwa dan raganya mestinya dilindungi oleh Negara, ternyata harus meregang nyawa di rantauan, dan ternyata keberangkatannya banyak yang tidak terdeteksi oleh Dinas Nakertrans.
Menanggapi komentar salah satu peserta yang dinilai mendukung kebijakan Pemprof NTT, Bung Jafar yang juga mantan sekretaris LMND Kota Makassar ingatkan agar Mahasiswa tetap berpegang pada falsafahnya yaitu sebagai Kntrol Sosial,
“Jangan kemudian kita menilai pergerakan dan seolah mendukung Pemerintah. Tugas kita bukan soal dukung mendukung, tapi kita harus posisikan diri kita sebagai mahasiswa. Walaupun pada Akhirnya diluruskan bahwa Perlu dukungan jika kebijakannnya menguntungkan masyarakat.
Dimulai dengan pemutaran Film dokumenter ALMASI tentang kasus Perdagangan Manusia  di NTT,  Aliansi Mahasiswa NTT bahkan berencana melakukan aksi besar besaran di Kupang, jika kasus ini terus bertambah dan tidak ada tindakan konkrit Pemerintah untuk mengatasinya. Pemerintah dalam hal ini, Dinas Nakertrans dinilai sebagai dalang Perdagangan Manusia di NTT, lantas kasus mengerikan ini seperti dipandang sebelah mata.
“Faktor faktor yang dinilai melahirkan Human Trafficking diantaranya; Ekonomi, Pendidikan dan Politik” Ujar Bung Akar dalam paparannya.
ALMASI berharap, dengan diskusi ini, mampu membuka mata Mahasiswa NTT Makassar, agar bisa berpikir bijak untuk pembangunan NTT kedepan dan bisa menjadi  bahan evaluasi Pemprof NTT.
Laporan: Admin Bidik