Anak Muda Makassar buat Surat terbuka ke Presiden, tanggapi Fungsi Staf Milenial ditengah Pandemi Corona

622

Makassar, bidiknews.net – Adalah seorang Aktifis, ia yang menamakan diri dengan Pejalan Sunyi dan atau Nalar pinggiran, menanggapi pandemi CoViD-19 dan fungsi aparatur kepresidenan, memukul keras dengan Surat terbukanya untuk Presiden terkait fungsi Staf Milenial ditengah serangan Corona Virus. Berikut petikan surat terbukanya:

“Pak Presiden, Fungsi Staff Milineal itu sebagai apa?. Bukankah mereka digaji dengan angka yang bombastis untuk membantu kerja-Kerja Taktis Presiden?. Pak Presiden, Dari semenjak pertama kali Staff milenial ditunjuk, lalu berpose layaknya Model sampai masa Darurat bangsa Ini, batang hidung mereka tidak pernah muncul. Saya Muak Melihat model anak muda seperti mereka.

Pak presiden, memang tidak ada Pilihan yang Mudah, memilih antara menyelamatkan ekonomi yang kian terpuruk atau menyelamatkan Rakyatmu dari wabah yang telah merangsek kemana-mana, itu sama-Sama penting.

Advertise

Baca Juga

Fungsi Anak Milineal itu apa dalam situasi bapak di persimpangan jalan?.
Mereka itu anak Muda. Pakai Otak mereka dalam mengeluarkan Bangsa ini dalam kebuntuan. Atau jangan-jangan tempurung kepala mereka lebih besar dari Otak mereka?, atau mereka hanya Modal tampang sehingga mereka sampai saat ini Masih bersembunyi dibalik Istana?.

Pak Presiden, Sebaiknya Bapak pecat saja Staff Milineal Bapak. Sebab mereka tidak berguna samasekali, Nalar mereka terlalu dini untuk menjadi Tua di usia mereka yang masih Muda. Mestinya dalam Situasi darurat ini, nalar mereka yang harusnya memecah kebuntuan, nalar yang memecah keheningan dengan Ghiroh optimisme. Nalar yang Menyalakan lilin harapan dalam gelap yang menyergap.

Pak Presiden, Otak Nalar Pinggiran adalah Otak Anak Muda. Bukan otak anak Muda yang berpikir Tua.
Pak Presiden, Otak Nalar Pinggiran adalah otak yang sudah terbiasa berpikir keras. sudah biasa pada situasi Dilematis, antara memilih Hidup atau Mati, setiap hari kami melakoninya.

Pak Presiden, Semakin lama Bapak mengambil sikap dan Pilihan. Semakin membuat ekonomi bangsa ini terpuruk dan besar kemungkinan akan berakhir pada kekacauan sosial dan tidak menutup kemungkinan juga, wabah ini akan merangsek kedalam Istana dimana Staff milineal bapak Bercokol.

Pak Presiden, Pecat saja mereka Pak. Mereka anak muda yang Tak mau mengambil resiko dalam berpikir lebih keras. Anak Muda bukan seperti itu Pak. Digaji Mahal-Mahal, hanya memperpanjang derita saja. Terlalu banyak Otak Pinggiran Siap dipakai untuk memecah kebuntuan ini.

Surat Terbuka sekaligus Cuitan di linimasa Facebook ini bukan tidak beralasan?. Melihat situasi merebaknya Wabah CoViD-19 yang Tiap hari meningkat sangat signifikan dan tingkat Mortalitynya tertinggi di Asia Tenggara. Lihat saja beberapa daerah yang telah mengambil sikap MelockDown demi memutus mata rantai penyebaran wabah CoViD-19. Dan itu sangat bertentangan dengan UU Kemenkes tentang Karantina yang menjadi Kewenangan pusat.

Editor: Redaktur Bidik News