Ansi Lema Polisikan Akun Facebook Maria Bingung di Polres Mabar

1246

BIDIKNEWS.id, Manggarai Barat- Yohanis Fransiskus Lema, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, melaporkan akun Facebook bernama Mabar Progres yang saat ini diganti dengan nama Maria Bingung, ke Polres Manggarai Barat, Senin (7/12/2020). Akun Facebook tersebut diduga berkali-kali mencemarkan nama baik Fransiskus Lema, melalui postingan-postingan dalam bentuk status.

Ansi Lema, sapaan akrab Yohanis Fransiskus Lema, kepada awak Media mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan akun Facebook Maria Bingung secara pribadi adalah pembunuhan karakter, melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik.

"Ada beberapa postingan yang sudah menjadi bukti atau fakta yang saat ini saya bawa ke polres mabar. Mengapa ini perlu saya lakukan? karena dalam iklim demokrasi ini, segala sesuatu harus dijalankan dengan etika, dengan logika dan ada estetikanya. Tidak bisa ruang publik, atas nama kebebasan, kemudian melakukan penghinaan, pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik," kata Ansi Lema.

Ia menjelaskan, hal tersebut telah menurunkan derajat, kualitas dari demokrasi. Sebagai warga negara yang mengerti tentang hukum, tegas Ansi, dirinya datang ke Polres Mabar untuk melakukan pelaporan dan mencari keadilan hukum.

"Secara pribadi dan keluarga, saya merasa dirugikan karena status-status tersebut menyerang pribadi saya. menuduh saya dalang mafia beni lobsterlah, menuduh saya seolah-olah berkolusi dengan para koruptorlah; ini kan sangat mengganggu saya secara pribadi dan keluarga, juga posisi saya sebagai anggota DPR RI," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI tersebut mengungkapkan bahwa selama ini, Dirinya justru memperjuangkan betul nasib para Nelayan, sehingga dalam sidang-sidang di Komisi Empat DPR RI, dirinya bersuara sangat kritis terhadap eksport beni lobster.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, saya ditanyakan oleh pimpinan saya, apakah betul demikian seperti yang dituding akun Facebook Maria Bingung. Karena itu saat ini saya mengklarifikasi dan mengatakan tidak," ungkapnya.

Ia berharap, pihak Kepolisian secepatnya menangkap oknum yang merupakan pemilik akun Facebook Maria Bingung. "Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa. Tapi intinya harus tangkap dulu orang ini. Tadi kita sudah koordinasi ke Polda dan berbagai pihak untuk mencari tahu dimana titik koordinat, chek point dan lokasi orang ini ada dimana," tutup Ansi.

Laporan: Biro NTT_Nardi Jaya