Babak Baru Kasus Pemecatan Guru Honorer di Matim

1662

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Polemik pemecatan Kontesia L. Rita, Guru Honorer di Sekolah Dasar Impres (SDI) Rewung, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, saat ini memasuki babak baru. Fransiskus Hadu (FH), Kepala Sekolah SDI Rewung mengakui kesalahannya dan bersedia menempuh jalur damai di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur, pada Rabu (30/9/2020).

Namun sayangnya, permintaan mediasi tersebut tidak ada titik temu, lantaran sang Kepsek hanya bersedia membayar upah milik Korban Kontesia sebesar 4 Juta Rupiah. Padahal, sejak tahun 2017 silam, gaji Kontesia tidak dibayar FH, sesuai SK yang ditetapkannya saat itu sebesar 600 Ribu per bulan.

“Tahun 2017, sesuai SK yang dia berikan senilai 600 Ribu. Sehingga total 12 bulannya gaji saya mencapai 7.200.000. Tahun 2018, kalau sesuai SK yang diberikan 700 Ribu. Sehingga total gaji per satu tahun mencapai 8.400.000. Pada tahun 2019 hingga saya dipecat, Kepsek tidak memberikan saya SK,” tandas Kontesia.

Advertise

Baca Juga

Ia menuturkan bahwa total gajinya yang tidak diberikan Kepsek FH sejak tahun 2017 hingga Dia dipecat, tertambah Tiga Bulan pada Tahun 2010 silam mencapai 32 Juta Rupiah.

“Ini hak saya pak. Kalaupun saya diberhentikan dari sekolah, saya pasrah. Tapi semua hak saya harus dibayar,” ungkap Guru Honorer yang sudah mengabdi sekitar 12 tahun tersebut.

Dikonfirmasi Via telepon, Fransisiskus Hadu membenarkan mediasi tersebut tidak ada titik temu. “Tidak ada titik temu. Nanti kita lihat saja hasil akhirnya,” ungkap Hadu dengan nada buru-buru.

Diketahui sebelumnya Kontesia L. Rita, Guru Honor di SDI Rewung, mengaku dipecat secara sepihak oleh Fransiskus Hadu Kepala Sekolah SD Rewung. Pemecatan tersebut dipicu lantaran Kontesia meminta upahnya yang tak kunjung dibayar sejak tahun 2017.

Masalah ini pun sempat menguap hingga di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur beberapa bulan lalu. Basilius Teto, Kepala Dinas PPO mengaku pihaknya sudah mengurusnya secara kekeluargaan.

Namun rupanya, Kepsek mengangkangi kesepakatan di Dinas PPO. Dirinya tetap memecat Kontesia L Rita hingga berujung pengaduan di Polres Manggarai Timur.

Tanggapan Pakar Hukum

Sorotan tajam mengenai pemecatan Guru Honor tersebut datang dari beberapa pihak termasuk Pengamat Hukum Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Dr. Laurentius Ni, SH, MH. Menurut Laurentius, pemecatan guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun, sangat disesalkan dan perlu ditinjau kembali.

“Pemecatan apakah sesuai prosedur atau hanya sepihak. Jika hanya sepihak, itu tidak dibenarkan apalagi penyelesaian masalah awalnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur,” tandas Dosen Unika St. Paulus Tersebut.

Ia menyebutkan, Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Rewung perlu ditindak secara tegas karena telah mengakangi kesepakatan yang telah dibuat di depan Dinas PPO Kabupaten Menggarai Timur.

“Artinya dia tidak menghargai kesepakatan yang sudah dibuat di depan Kepala Dinas PPO,” pungkasnya.

Info yang diperoleh Bidik News, masalah ini akan diteruskan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Laporan: Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd
Editor: Redaktur Bidik News