Bantuan WC Desa Compang Deru Diduga Sarat Nepotisme, Anggota BPD Sampaikan Hal Ini

156

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur- Alokasi Bantuan WC Tahun Anggaran 2020 Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga sarat nepotisme atau tidak tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Yustinus Darmoyuwono, salah satu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Desa Compang Deru melalui WhatsApp Pribadinya kepada media ini senin, (15/2/2021) siang.

"WC Bantuan ini bersumber dari Dana Desa (DD)/Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Compang Deru Tahun 2020 ini menjadi perbincangan hangat ditengah Masyarakat Desa Compang Deru, terkait kriteria masyarakat yang menerima bantuan wc tersebut, lebih jeleknya lagi pemerintah desa Dompang Deru tidak pajang papan informasi APBDes setiap tahun anggaran", jelas dia.

Seharusnya kata Dia masyarakat yang mendapatkan wc ini di peruntukkan bagi warga yang benar-benar anggota keluarganya stanting atau memiliki batita.

Namun sangat disayangkan di Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur warga yang mendapatkan wc bantuan tersebut hampir semua tidak memenuhi kriteria yang di maksud di atas.

Lebih Lanjut ia menjelaskan lebih anehnya lagi WC tersebut banyak diberikan kepada aparat Desa Compang Deru yang nota bene mendapat upah setiap bulan dibayar dari negara.

"Nama-nama yang mendapatkan WC Bantuan ini hampir semua orang terdekat Kepala Desa Compang maupun orang terdekat staff yang di tunjuk oleh Kepala Desa", katanya.

"Di Dusun Watu Cedeng Misalnya yang mendapatkan WC Bantuan tahun anggaran 2020 tersebut yakni Ketua Rukun Tetangga (RT) Cedeng, ketua RT Cering, Linmas Cedeng", ungkap Dia.

Selain tidak tepat sasaran, hal ini jelas merugikan masyarakat yang benar-benar layak menerima bantuan.

Dirinya meminta kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)  segera periksa Kades Compang Deru Vitalis Danis dan pemerintah daerah untuk turun langsung meninjau proyek pengerjaan wc ini, di takutkan proyek tersebut asal-asalan, hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi bagi Kades dan staf Desa Compang Deru.

Bidik News sudah berusaha meminta klarifikasi dari sang Kades melalui pesan WhatsApp. Namun yang bersangkutan belum memberikan keterangan.

 

Laporan: Nardi Jaya