Bapak Presiden, Doa Anak Negeri Untuk Pembangunan Gedung Baru SD Negeri Warbadi

151
Siswa-siswi SD Negeri Warbadi saat mengeringkan air di atap Tenda Darurat sebagai tempat belajar.

BIDIKNEWS.id, Alor - Masih tentang kondisi tempat kegiatan proses belajar mengajar siswa-siswi dan para guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Warbadi, Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Pasca Bencana Badai Siklon Tropis Seroja pada 4 April 2021 lalu, rasanya seakan pemerintah sudah tidak lagi "peduli" terhadap nasib anak-anak masa depan calon pemimpin negeri ini. Pasalnya, tenda darurat yang merupakan bantuan pemerintah akibat gedung belajar, kantor dan sarana prasarana lainnya disapu bersih banjir bandang pada April lalu itu selalu saja digenangi air baik di atap maupun alas kaki setiap kali hujan deras dan angin kencang mengguyur wilayah tersebut.

Buktinya, tenda darurat itu kembali lagi diterpa hujan deras dan angin kencang akhir-akhir ini hingga Kamis, (9/12/2021) air hujan tergenang di atap dan terpal yang menjadi alas kaki bahkan sebagai tempat duduk untuk menimbah ilmu kemudian berdampak pada proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) SD Negeri Warbadi.

Tak menyurut semangat guru-guru dan siswa-siswi SD Negeri Warbadi kemudian dengan tegar dan pantang mundur kemudian mengeringkan air hujan yang tergenang di atap dan alas kaki tenda darurat tersebut agar dapat digunakan untuk mencari cakrawala jendela pendidikan yang lebih luas pada pendidikan formal tersebut.

Bahkan kondisi terkini, terpaksa siswa-siswi mengikuti ulangan semester 1 dibawah pohon (alam bebas) yang sangat menganggu konsentrasi siswa-siswi dalam menyelesaikan soal tersebut.

"Dari Kabupaten Alor, tepatnya di SD Negeri Warbadi, beginilah keadaan sekolah kami. Sekolah kami sementara sudah tidak bisa kami gunakan lagi karena diterpa hujan angin, sekolah ini adalah tenda darurat bantuan Unicef. Sementara kami gunakan dalam kegiatan belajar mengajar mulai dari bulan April (2021) hingga saat ini. Tetapi saat ini sudah tidak bisa kami gunakan lagi karena di dalam tenda (darurat) yang kami pakai sekarang ini lumpur semuanya. Hujan angin membuat (air) hujan masuk didalam tenda (darurat) kami yang membuat kami sudah tidak bisa mempergunakannya lagi," ungkap Kepala SD Negeri Warbadi, Naema Salomi Lapenangga, A.Ma., kepada Bidik News.

Kondisi ruang belajar siswa-siswi SD Negeri Warbadi di tenda darurat.

Namun lanjut Kepsek SD Negeri Warbadi, para guru-guru tetap semangat menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan kami tetap semangat, kami tetap optimis di dalam menuntun ilmu, mengajar anak-anak (siswa-siswi) kami. Begitu juga dengan para guru di tempat ini semuanya tetap semangat, tetap eksis di dalam menjalani semua tugas-tugas dengan baik," tegarnya.

Kepala SD Negeri Warbadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi dan pemerintah serta seluruh elemen lapisan masyarakat yang terus memberikan dukungan dalam bentuk apapun guna memenuhi kebutuhan yang sangat krusial tersebut.

"Pada saat ini juga kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak dari manapun yang telah membantu kami dan yang akan membantu kami, (kami) tetap berterima kasih kepada semua pihak tersebut dan juga kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia (Jokowi) dan juga Pemerintah Kabupaten Alor dan semua pihak-pihak yang telah mendukung kami di dalam membantu dan memperlancarkan kegiatan proses belajar mengajar," ucap Naema.

Keterina Damaring, salah satu siswi SD Negeri Warbadi pun mengungkapkan kondisi tenda darurat tempatnya bersama teman-teman menuntut ilmu. Namun kata Dia, para guru-guru dan siswa-siswi tetap menjalankan tugas masing-masing.

"Saat ini kami siswa-siswi SD Negeri Warbadi belajar dibawah tenda darurat bantuan Unicef, tetapi sekarang tenda darurat sudah tidak bisa kami gunakan karena diterpa hujan angin. Tetapi kami tetap semangat menuntut ilmu menggapai cita-cita kami," ungkap Katerina.

Para siswa dan siswi didampingi Kepala Sekolah dan guru-guru SD Negeri Warbadi menyanyikan sebuah lagu dengan judul "Doa Anak Negeri"

Mewakili teman-temannya, Katerina menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, pemerintah dan semua pihak yang telah mendukung mereka baik secara material, psikologi, dan lain sebagainya. Ia juga berharap sekiranya pembangunan gedung belajar SD Negeri Warbadi yang baru segera diselesaikan agar dapat terpakai di kemudian hari.

"Kini (bangunan belajar) sekolah (SD Negeri Warbadi) kami yang baru sementara dibangun, semoga tidak ada halangan, kami sudah bisa belajar di sekolah kami yang baru," harapnya.

"Terima kasih Bapak Presiden Republik Indonesia (Jokowi), terima kasih pemerintah dan semua pihak yang telah mendukung (membantu) kami," sebut Katerina.

Pantauan Bidik News pada Kamis 9 Desember 2021 sore, didampingi Kepala Sekolah SD Negeri Warbadi dan para guru-guru, terlihat siswa-siswi menyanyikan sebuah lagu "Doa Anak Negeri" dengan kondisi dan keadaan seadanya. Dan pada 10 Desember 2021, pihak SD Negeri Warbadi, Babinsa (TNI) Kecamatan Pantar Timur bersama Pemuda-Pemudi kembali memperbaiki ruang belajar di tenda darurat tersebut.

Laporan: Markus Kari
Editor: Markus Kari