Ketua BEM FEB UHO: Ayo Stimulus Ekonomi, Jangan hanya Tugu Kuda Diperhatikan

453

Muna Barat, bidiknews.net – Merespon dampak wabah CoViD-19 terhadap masyarakat Muna Barat, dipandang perlu menghadirkan kebijakan stimulus terhadap masyarakat kategori miskin dan rentan miskin. Data BPS Sulawesi Tenggara 2020menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Muna Barat sebanyak 12.890 jiwa atau 16,24% dari total jumlah penduduk Muna Barat.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakuktas Ekonomi dan Bisnis menuturkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi di masa pandemi CoViD-19.
“Penting kiranya selalu menjaga produktivitasnya sebab mereka adalah kelompok paling rentan yang terpapar secara ekonomi dari Covid-19. Mereka merupakan pekerja harian, yang menyandarkan hidupnya dan mendapatkan gaji atau upah dari pekerjaan harian yang mereka lakukan” ungkap Muhammad Gustam (Ketua BEM FEB UHO) kepada media ini Selasa, 07/04/2020.

APBD Muna Barat 2020, total belanja yang dianggarkan oleh Daerah sebesar Rp. 729 M. Demi memutus mata rantai covid-19 ini maka Menteri Keuangan mengeluarkan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor 6 tahun 2020 tentang pedoman perubahan kegiatan anggaran dalam rangka penanggulangan virus corona, juga menerbitkan PMK nomor 7 tahun 2020 menyangkut alokasi keuangan pemerintah daerah meliputi transfer keuangan dan dana desa, bagi hasil, alokasi umum dan insentif daerah 2020 agar daerah bisa menanggulangi COVID-19. Permendagri no 20 th 2020 juga diterbitkan dengan maksud realokasi APBD 2020 ini.

Advertise

Baca Juga

“kami mendesak agar Pemerintah segera merelokasi APBD 2020 guna stimulus ekonomi masyarakat miskin sebesar Rp200.000/jiwa dengan estimasi total biaya sebesar Rp2,6M” tuntut Gustam yang juga anggota Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia simpul Sultra ini.

Menurutnya, jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan anggaran pembangunan taman dan tugu patung kuda di Punto, Kecamatan Lawa yang menelan anggaran tahun 2019 sebesar Rp1,1 M namun mulai roboh dan rusak parah yang tidak berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ketua BEM FEB UHO menyarankan pemberian stimulus ekonomi dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau skema lainnya yang dapat meringankan beban hidup bagi terdampak Corona.

“Skemanya misalkan memetakan penduduk miskin berdasarkan lokasi dan memetakan warung dan sejenisnya yang diikat dalam satu kesepahaman bahwa masyarakat yang terdata tersebut diberi keleluasaan berhutang dengan nominal tertentu dan pembiayaan pelunasannya akan ditanggung oleh Daerah” terang Gustam yang juga merupakan warga Guali (Muna Barat) ini.

Selian itu, Gustam juga menuntut pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan para penimbun kebutuhan pokok masyarak, hal ini demi meredam sesuatu dan lain hal,

“Apalagi datangnya bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri yang biasanya disertai kenaikan harga dan penimbunan bahan pokok oleh beberapa oknum. Hal ini demi kepastian pasokan makanan sampai level paling bawah sehingga panic buying dapat terhindarkan”. tutup Gustam.

Laporan : Biro Sultra _ Munawir, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News