Bentuk Protes Dihilangkan BBM Jenis Premium, Hampir Ratusan Sopir Angkutan Penumpang di Alor Mogok Beroperasi

461
Sopir mobil angkutan penumpang jalur Kalabahi-Abal saat melakukan aksi mogok beroperasi pada Selasa, 30 November 2021 kemarin.

BIDIKNEWS.id, Alor - Hampir ratusan sopir mobil angkutan penumpang di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur mogok kerja alias tidak beroperasi selama dua hari (Selasa dan Rabu) lantaran bahan bakar minyak (BBM) yang bermula dari jenis premium dialihkan ke pertalite dengan harga yang berbeda.

Mogok beroperasi itu merupakan bentuk protes para sopir angkutan penumpang terhadap harga BBM jenis pertalite yang tinggi dibandingkan dengan BBM jenis premium. Dan juga harga tarif angkot yang belum ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Alor seiring naiknya harga BBM pertalite yang sebelumnya jenis premium.

Salah satu sopir mobil angkutan penumpang jalur Kalabahi-Bukapiting Yefta Onko mengatakan, mogok kerja hari ini dilakukan lantaran bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang selalu digunakannya bersama dengan sesama sopir lainnya telah diganti dengan jenis pertalite dengan harga yang berbeda.

Advertise

Dia menambahkan, rasa sosial masyarakat di Kabupaten Alor yang sangat tinggi sehingga tarif yang ditetapkan Dinas Perhubungan Kabupaten Alor tidak sepenuhnya dipenuhi oleh para penumpang angkutan.

"Alasan kami (sopir angkot mobil) mogok itu yang pertama, beralih dari (BBM) premium ke pertalite ini kami merasa sedikit dirugikan. Karena premium sebelumnya harga dibawah pertalite (nominal) beda 800 rupiah," ungkap Yefta kepada Bidik News, Rabu 1/12/2021).

"Alasan yang kedua, tarif dari (Dinas) Perhubungan (Kabupaten Alor) itu tarif memang sudah ada, cuman memang kita di Alor ini berpikir sosial tinggi. Jadi, tarif yang sebenarnya dari (Dinas) Perhubungan 10 ribu, penumpang turun bayar 5 ribu, 7 ribu, 8 ribu kadang kita berpikir sosial tinggi jadi perasaan kita terima saja," sambungnya.

Para sopir angkutan penumpang jalur Kalabahi-Bukapiting saat berdialog dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Alor disaat melakukan aksi mogok beroperasi hari ini, Rabu 1/12/2021.

Hal tersebut kata Yefta, yang selama ini dijalankan oleh para sopir angkutan daerah khususnya jalur Kalabahi-Bukapiting ataupun sebaliknya.

"Jadi, itu yang hari ini pertama kami (sopir angkutan daerah) mogok untuk sementara kurang lebih 2 hari kami tidak akan jalan (beroperasi)," tandasnya.

Yefta mengaku, aksi mogok beroperasi yang dilakukan oleh para sopir mobil angkutan daerah pada hari pertama (hari ini) akibat dari BBM jenis premium dipindahkan ke jenis pertalite telah direspon Dinas Perhubungan Kabupaten Alor.

"(Tarif angkutan rencananya akan meningkat (dari tarif sebelumnya 10 ribu). Untuk sementara kami ada pertemuan hari ini untuk adakan peningkatan (tarif). Dari dinas perhubungan sudah bertemu dengan kita untuk besok kita ada sama-sama di DPRD (Kabupaten Alor)," ungkapnya.

Yefta meminta Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Alor agar segera melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan tarif angkutan daerah.

"Kami sopir angkutan (daerah) khusus jalur Kalabahi-Bukapiting (atau sebaliknya) untuk pemerintah kasih (berikan) pemahaman di masyarakat dulu, seperti sosialisasi di masyarakat sehingga kami yang di lapangan (sopir angkutan daerah) tidak setengah mati," pinta Yefta mewakili para sopir angkutan daerah.

Sementara itu, di jalur Kalabahi-Abal pun melakukan aksi mogok yang sama pada Selasa, 30 November kemarin. Sabarudin Demang, salah satu sopir angkutan desa mengatakan para sopir angkutan jalur Kalabahi-Abal akan lakukan aksi demonstrasi ke DPRD Kabupaten Alor dan Bupati Alor pada besok.

"Kita punya mogok (beroperasi) kemarin sudah. Rencana besok aksi di Kantor DPRD (Kabupaten Alor) sekaligus ke kantor Bupati," katanya.

"Hari ini beroperasi seperti biasa," tandasnya.

Sabarudin menegaskan, akan melakukan aksi mogok besar-besaran dan berkepanjangan jika tuntutan para sopir angkutan kota maupun angkutan daerah tidak dipenuhi pemerintah dan DPRD kabupaten Alor.

"(Jika) tidak ada respon (pemerintah dan DPRD Alor) berarti mogok lagi, mogok panjang," tegasnya.

Diketahui, mobil angkutan penumpang yang mogok beroperasi di jalur Kalabahi-Abal sebanyak 20 lebih mobil dan jalur Kalabahi-Bukapiting sebanyak 24 mobil. Selebihnya juga di jalur lain yang belum diketahui jumlahnya.

Laporan: Markus Kari
Editor: Markus Kari