Besok, BPD Sano Lokom Akan Dilantik. Yuvensius: Kami Akan Gugat di Kejaksaan

615

Manggarai Timur, bidiknews.id – Pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari beberapa Desa di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, akan terjadwal Senin besok (21/9/2020). Turut dilantik, BPD Sano Lokom, yang hingga saat ini menjadi sorotan media massa karena diduga pemilihannya tanpa melalui proses demokrasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa, saat dikonfirmasi Bidik Bews belum lama ini, mengatakan, nama-nama anggota BPD Sano Lokom yang akan dilantik adalah Ignasius Jehuman, Yohanes Poleakares Sunggar, Paulinus Gandi Torang, Yuliana Imbuk dan Imakulata Bamus.

Sementara itu, Yuvensius Rabu, Mantan Ketua BPD Sano Lokom saat dihubungi Via Telepon, Minggu (20/9/2020), kepada Bidik News mengungkapkan kekecewaanya terhadap DPMD karena dikabarkan tetap melantik BPD Sano Lokom yang disinyalir cacat prosedural.

Advertise

Baca Juga

“Terkesan ada pembiaran terjadi konflik di Masyarakat. DPMD Matim harusnya jeli menanggapi aduan warga agar dikemudian hari tidak ada persoalan” tandas Yuvensius.

Dia menegaskan, jika Pemerintah Daerah (Pemda) Matim tetap melantik anggota BPD Sano Lokom, pihaknya akan menggugat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng. “Gugatan tersebut untuk memastikan apakah di Indonesia masih ada keadilan dan demokrasi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur diduga sarat nepotisme. Pemilihan tersebut diduga tanpa melalui proses demokrasi.

DPMD Matim saat melakukan mediasi dengan warga pengadu, menyebutkan, proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese sudah memenuhi prosedur yang berlaku. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dokumen tahapan mulai dari SK pembentukan kepanitiaan sampai dengan penetapan.

Namun, warga menyebutkan, semua dokumen terkait pemilihan BPD Sano Lokom, yang saat ini berada di tangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai Timur semuanya fiktif. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pemilihan BPD secara langsung oleh warga dari Dua Dusun yakni Dusun Rembong dan N’taur.

Mikael Jemedo, Kepala Desa Sano Lokom, menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan proses dari tahap penjaringan sampai pemilihan melalui panitia pelaksana.

“Saat hari pemilihan, Yuvensius Rabu, mantan ketua BPD tidak pernah muncul. Bahkan saat itu kami kewalahan untuk mendapatkan stempel BPD. Pemilihan dilakukan secara aklamasi karena yang mendaftar hanya lima orang dan semuanya berdasarkan keputusan warga yang hadir,” jelasnya saat klarifikasi di Kantor DPRD beberapa waktu lalu.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News