Bisnis BBM Bersubsidi Kian ‘Marak’ di Maros, Kasatreskrim : Bantu Dampingi Anggotaku Pergi Amankan

321
  1. Bidiknews.id- Bisnis BBM bersubsidi ‘ilegal’ jenis solar kian marak di Kabupaten Maros. Barang yang seharusnya mendapat pengawasan ketat dari aparat kepolisian justru diduga dijadikan sebagai ladang bisnis ilegal oleh segelintir oknum itu sendiri.

Kejahatan seperti jual beli BBM bersubsidi yang masuk dalam pengawasan aparat kepolisian tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan petugas didalamnya.

Bisnis ‘ilegal’ BBM bersubsidi jenis solar memang sangat menggiurkan banyak pihak, Sistem kerjanya pun terstruktur, sistematis dan masif dan keuntungan yang didapat cukup besar, apalagi dilakukan setiap hari.

BBM jenis solar itu disinyalir diperjual belikan untuk kebutuhan industri. Seperti yang terjadi di SPBU Jawi jawi, jalan poros Bantimurung, Minasa Baji. Selasa (17/1/2023)

Advertise

Untuk itu Ketua Lidik Pro Ismar Mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Maros maupun pihak PT pertamina agar segera menindak lanjuti hal ini dan mendesak Kapolda Sulsel untuk membentuk tim dan mengusut tuntas mafia BBM.

Kami Mendesak Kapolda Sulsel untuk segera membentuk tim investigasi dalam mengusut tuntas serta melakukan pemeriksaan semua pihak yang terlibat dalam dugaan penimbunan BBM di jalan poros Bantimurung dan usut serta tangkap mafia BBM ” ungkap Ismar.

Berdasarkan hasil investigasi dan laporan dari masyarakat adanya dugaan penimbunan (BBM) dengan jenis solar oleh pelaku di Minasa Baji Jalan poros Bantimurung.

Serta dikuatkan dengan bukti rekaman Vidio aktivitas dan Poto penimbunan yang disimpan dalam jerigen berisi BBM jenis solar subsidi,” Pungkasnya

Lidik Pro akan terus melakukan pengawalan dan investigasi penimbunan mafia BBM tersebut.

Sementara Kasatreskrim Polres Maros, Iptu Slamet saat dikonfirmasi tim Investigasi melalui WhatsApp mengatakan bahwa Bantu dampingi anggotaku pergi amankan saudaraku.

Kekantor temani anggotaku pergi amankan saudaraku” singkatnya.

Sampai berita ini ditulis pihak terkait belum bisa di temui.

Bersambung..

(Ds)