BNI Matim Perlambat Proses Pencairan BLT DD, Ramli: Berpotensi Terjadi Konflik di Masyarakat

171

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur--Bank Nasional Indonesia (BNI) Manggarai Timur diduga memperlambat proses pencairan BLT DD beberapa desa di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut dikatakan Ramli Ajar, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa pada Program P3MD Matim, kepada Bidik News, Rabu (23/12/2020).

"Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing menerima uang sebesar Rp 900.000 untuk jatah bulan Oktober-Desember. Ironisnya, mereka (Pihak Bank) tidak mau mencairkan dana secara keseluruhan pada tahun ini. Mereka menyanggupi pencairan secara keseluruhan pada Januari 2021," kata Ramli.

Ia menjelaskan, berdasarkan progres BLT DD Tahun 2020, untuk Kecamatan Rana Mese masih di posisi 92%. Pihak desa, jelas Ramli, sudah melakukan pengajuan pencairan tahap III. Namun, pihak BNI belum bisa melayani secara penuh sesuai dengan permintaan desa.

"Bagaimana mungkin kepala desa melakukan pembagian BLT tahap III, sementara BNI belum bisa melayani pencairan secara penuh," jelasnya.

"Tadi saya ketemu dengan Kepala BNI. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya tidak bisa melakukan pencairan secara keseluruhan karena maksimal pencairan hanya 2 miliar. mereka tawarkan supaya dananya dicairkan setengah," ungkap Ramli

Dirinya sudah memaparkan alasan terkait aturan program dana desa. Yang mana, pihak Bank harus menyiapkan uang sesuai kebutuhan atau permintaan nasabah. Apa lagi berkaitan dengan BLT DD.

"Saya sudah tegaskan kepada pihak Bank harus melayani sesuai permintaan dari desa, tidak boleh cair setengah-setengah. Apa lagi limit waktu akhir tahun anggaran hanya maksimal 5 hari lagi," paparnya.

Ia menilai, kebijakan yang dikeluarkan pihak BNI, sangat berpotensi terjadi konflik di masyarakat.

Untuk diketahui, beberapa desa di Kecamatan Ranamese yang belum dicairkan dananya oleh pihak BNI antara lain, Desa Torok Golo, Desa Rondo Woing, Desa Sita, Desa Golo Rutuk, Desa Watu Mori, Desa Lalang, Desa Compang Kempo (baru cair setengah) dan Desa Wae Nggori.

Laporan: Biro NTT_Nardi Jaya