Buka Seminar Pemuda dan Pelatihan Pangan di Desa Nule, Camat Baktir: Harus Ada Peningkatan Ekonomi

156
Sesi foto bersama Camat Pantar Timur bersama Ketua PKK Kecamatan Pantar Timur, Kepala Desa Nule bersama Ketua PKK Desa Nule dan Narasumber Merlinda Yeanny Rosanty (Shanti Maro).

BIDIKNEWS.id, Alor - Camat Pantar Timur, Baktir Kou, SH membuka kegiatan Seminar Pemuda dan Pelatihan Pangan dibawah tema "Dengan Semangat Kemerdekaan, Pemuda Dapat Meningkatkan Ekonomi Desa Yang Berkemajuan" dengan menghadirkan Merlinda Yeanny Rosanty sebagai narasumber di Nuhawala, Desa Nule, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/8/2022).

Ikut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Nule, Baktir Kou memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara serta pihak yang terlibat.

"Kegiatan pelatihan pangan ini diharapkan setelah pelatihan selesai harus ada upaya peningkatan usaha ekonomi rumah tangga dalam hal yang dilatih adalah bahannya dari (daun) marungga (kelor)," ujar Camat Pantar Timur kepada Bidik News, Senin (1/7/2022) malam melalui telepon seluler.

Advertise

Sebagai narasumber dalam seminar pemuda dan pelatihan pangan, Merlinda Yeanny Rosanty membeberkan menu makanan maupun minum yang dilatihnya kepada para peserta di wilayah bekas Bencana Siklon Tropis Seroja 2021 silam yakni menu Mojito, Teh Kelor, Kopi Jadul, Kopi Kelor, Susu Kelor, Nasi Kelor, Singkong Mashed dan Ikan Panfried.

"Peserta sangat antusias dan sangat bersemangat mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan pangan," ucap Shanti Maro panggilan akrabnya ini ditemani Ketua Komunitas Pemuda Keren Kabupaten Alor April Badur.

Camat Pantar Timur Baktir Kou, SH (kanan), Kepala Desa Nule (kedua dari kiri).

Pemilik Novel "Apshara" ini menambahkan, setelah memberikan gambaran cara membuat makanan dan minuman tersebut, peserta langsung mempraktekkan cara membuat menu-menu yang dilatih.

"Beberapa dari peserta akan segera membuat cafe/ tempat nongkrong secepatnya usai mengikuti kegiatan tadi," kata perempuan murah senyum ini.

"Dan beberapa dari mereka juga meminta untuk bergabung dalam Komunitas Pemuda KEREN (Kabupaten Alor)," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhajirin Omy kepada Bidik News menyampaikan peserta kegiatan Seminar Pemuda dan Pelatihan Pangan yang hadir berjumlah sekitar 50-an ini yang terdiri dari unsur perempuan dan laki-laki dan juga unsur pemuda dari gereja maupun mesjid di Desa Nule. Hadir juga Ibu-Ibu PKK, Posyandu dan Puskesmas Tamalabang.

Selain Seminar Pemuda dan Pelatihan Pangan, kata Omy, dalam menyongsong HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 tahun ini, juga diadakan pertandingan Volly Ball antar RW setempat tingkat Desa Nule.

"Jadi kegiatannya kami ini hal perdana, memang untuk ukuran Pantar itu seminar pemuda baru Desa Nule yang baru buat. Terus pelatihan (pengolahan pangan) begini juga baru pertama kali untuk Desa Nule yang buat," kata Omy yang juga Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2).

Omy menjabarkan, HUT RI 17 Agustus 2022 masih terbilang cukup lama, tetapi lanjutnya, kegiatan ini dilakukan untuk menyongsong perayaan Dirgahayu Republik Indonesia tingkat Kecamatan Pantar Timur di Padangsul, Desa Kaera, Alor-NTT dan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 77 tahun di seluruh Tanah Air.

"Memang HUT RI itu masih lama, tetapi kami menyongsong dari sekarang. Karena, kami ingin bahwa hari ini kami menyongsong (HUT RI) di Desa (Nule) itu terlebih dahulu, karena tanggal 15 Agustus itu kita semua ada di Padangsul untuk ikut (perayaan) HUT RI tingkat Kecamatan (Pantar Timur) punya," jelas Ketua Remaja Taklim Masjid Imam Mulhaq Nule ini.

"Jadi rencana kami itu, kegiatan (pertandingan) bola voli juga ada, jadi selesai penutupan langsung kita rame-rame ke Padangsul," tambahnya.

Lebih lanjut kata Omy, kehadiran masyarakat Desa di Padangsul, Desa Kaera pada perayaan HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 tingkat Kecamatan Pantar Timur saja, tetapi juga sekiranya dapat memasarkan hasil pengolahan pangan yang telah didapat dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Nule.

"Hasil pelatihan (pengolahan pangan) tadi itu kita bisa pasarkan diatas (Padangsul), karena tadi itu ada pengolahan minuman tiga warna, ada minuman dari daun Kelor, kami bisa pasarkan di 17 Agustus nanti," ucapnya.

"Terus, ada pernyataan sikap dari Bapak Camat (Bakti Kou) bahwa untuk Expo (Alor) tahun ini, Desa Nule sudah semestinya wajib untuk memasarkan dorang (pelaku usaha) punya hasil yang dorang (pelaku usaha) pelatihan tadi itu," kata Alumnus Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi ini.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Pemuda dan Pelatihan Pangan berharap adanya kolaborasi setiap pihak baik, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Alor sehingga dapat memperhatikan masyarakat Desa Nule yang mulai bangkit perlahan dari keterpurukan ekonomi keluarga pasca dilanda Bencana Siklon Tropis Seroja pada April 2021 silam.

"(Wilayah) kami bekas Bencana (Siklon Tropis Seroja), kami melihat bahwa ekonomi kami ini agak susah untuk bangkit, tapi dengan semangat (menyongsong) Kemerdekaan (HUT RI) maka pemuda bangkit untuk melawan itu.

Kami memang tidak punya apa-apa, tetapi harapan kami untuk pemerintah yang diatas bahwa, kami sudah pelatihan (pengolahan pangan), materi kami sudah dapat, bahan-bahan kami sudah dapat, hanya cuman kami minta agar perhatian khusus buat kami itu ada. Kami siap buat kelompok usaha apa saja. Kami minta pemerintah diatas untuk mendukung dan mensupport kami begitu," tutup Ketua Panitia Pelaksana seminar pemuda dan pelatihan pangan, Muhajirin Omy.

Turut Hadir Ketua PKK Kecamatan Pantar Timur, Kepala Desa Nule, Ketua PKK Desa Nule, Ketua Majelis Taklim Masjid Imam Mulhaq serta Ketua Majelis Jemaat Gereja Imanuel Adiabang, Ketua BPD Desa Nule dan para undangan lainnya.

Laporan/Editor: Markus Kari