Bukan Hutang Janji, kini giliran Muhammadiyah tagih 1,2 Triliun ke Pemerintah

45

Jakarta, bidiknews.net – Santer, Nahdlatul Ulama (NU), menagih janji Pemerintah Indonesia melalui Menteri keuangan, yang  konon, ingin menggelontorkan dana 1,5 Triliun untuk NU. Hal ini, diungkapkan KH. Aqil Siradj, dalam sebuah Vidio durasi pendek yang bertebaran di jagat Maya.

Hal senada juga dilakukan oleh ormas Islam terbesar, Muhammadiyah. Namun Muhammadiyah bukan menagih hutang janji, tapi benar benar hutang tanggungan BPJS di seluruh Rumah Sakit milik Muhammadiyah yang belum dibayarkan Pemerintah Indonesia.

Meski demikian, Din Syamsuddin memastikan, Muhammadiyah tidak menggebu-gebu dalam menagih hutang. Sebab pada prinsipnya, Muhammadiyah selalu berusaha memberi yang terbaik.

Advertise

Baca Juga

“Itulah sifat Muhammadiyah, selalu memberi dan melayani. Tidak meminta-minta apalagi mengemis,” ujarnya sebagai mana dikutip Kantor Berita RMOL, Minggu (29/12/2019)

Lanjut Din,
“Muhammadiyah memang sudah seharusnya memberi sumbangsih untuk Indonesia. Sebab, Muhammadiyah telah menyepakati negara Pancasila sebagai “Daarul Ahhdi Wa Syahadah”

“Dengan demikian, Muhammadiyah harus berkorban untuk Indonesia. Persyarikatan harus bisa menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi negeri ini,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu.