Bunda Julie Lakukan Reses di Alor, Berbagai Pelatihan Dilaksanakan Kerjasama DPR RI, Kementan dan KKP

208
Kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi Nasdem, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat di Aimoli, Rabu (20/7/202). Foto: Shanti Maro

BIDIKNEWS.id, Alor – Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat melakukan kegiatan reses di tiga tempat yakni di Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, di Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut dan di Kabir, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur pada Rabu dan Kamis, 20-21 Juli 2022.

Kegiatan reses kali ini di wilayah yang dijuluki Surga di Timur Matahari ini, Bunda Julie (sapaan akrab Julie Sutrisno Laiskodat) diwakili oleh Tenaga Ahlinya Minarni dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor yang juga Staf Khusus Gubernur NTT Dr. Imanuel E. Blegur, M.Si., mewakili Gubernur NTT, serta Anggota DPRD Kabupaten Alor Fraksi NasDem Dapil 1, Dapil 3 dan Dapil 4.

Berkat kerjasama Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota DPR RI Dapil NTT 1 dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam kegiatan reses kali ini, dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema Peningkatan Kapabilitas Pelaku Usaha Hortikultura Wilayah NTT di Hotel Simfoni Kalabahi. Selain itu juga diadakan di Aula Kantor Desa Aimoli dengan tema Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) sekaligus memberikan bantuan pupuk kepada masyarakat setempat.

Advertise

Sementara di Kabir, berkat kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Bunda Julie melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema Perakitan Alat Tangkap (Hand Line) kepada masyarakat nelayan setempat. Selain itu, Bunda Julie juga memberikan bantuan berupa alat pancing ikan.

Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat melalui Dr. Imanuel E. Blegur, M.Si., mengatakan bahwa Bunda Julie melakukan reses di 3 tempat dengan tema Peningkatan Kapabilitas Pelaku Usaha (Petani) Hortikultura di Kalabahi, Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) di Aimoli dan Perakitan Alat Tangkap (Hand Line) kepada masyarakat nelayan setempat di Kabir, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor ini menjelaskan kegiatan reses Bunda Julie di tiga tempat ini memiliki 2 tujuan, yakni yang pertama adalah memperkuat kapasitas elektoral dari Anggota-Anggota DPRD Kabupaten Alor Fraksi NasDem, yaitu Deni Padabang di Dapil 1, Simeon F. Hama di Dapil 4 dan Marthen L. Blegur di Dapil 3.

Bimtek di Hotel Simfoni pada kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi Nasdem, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat di Hotel Simfoni. Foto: Shanti Maro

Yang kedua lanjutnya, adalah bahwa bagaimana masyarakat Kabupaten Alor, baik yang berkegiatan di bidang peternakan, pertanian, maupun perikanan itu bisa diberdaya dalam rangka memenuhi rantai pasok. Karena dalam banyak hal, Alor masih bergantung pada produk-produk luar.

“Padahal produk-produk itu bisa ditanam di Alor sini. Contoh cabe, Itu masih datang (impor) dari belu, masih datang (impor) dari Kabupaten Kupang. Bawang, masih datang (impor) dari Rote, masih datang (impor) dari Malaka. Padahal di Alor ini masih ada daerah-daerah yang bisa dikembangkan tanaman-tanaman Hortikultura seperti cabe dan bawang,” kata Dr. Imanuel.

“Kemudian dengan pupuk Bokashi ini diharapkan supaya para petani Hortikultura di Kabupaten Alor ini bisa memenuhi kebutuhan akan pupuk dengan mengembangkan usaha-usaha seperti cabe, tomat dan sebagainya yang mandiri dan tidak bergantung kepada pupuk kimia dari luar,” lanjutnya.

“Jadi di Aimoli itu, kita bertemu dengan Pak Jhon (Jhon Balol). Dia penyuluh swadaya pertanian (Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut). Dia sudah lama berkecimpung di bidang (pertanian) pupuk. Kemarin dia lihat kegiatan kita di Aimoli, dia punya satu saran yaitu bagaimana kelompok tani di Aimoli itu ada satu kelompok yang secara khusus menyediakan pupuk ini. Memang ada pelatihan kemarin, tapi pelatihan ini tidak bisa dipraktekkan langsung. Oleh karena itu ada satu kelompok yang dipilih khusus untuk memproduksi pupuk Bokashi ini dan masyarakat yang petani di sekitar situ beli dengan harga yang murah,” beber Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor ini.

Reses Bunda Julie di Aimoli, Alor-NTT, yang diwakili Staf Ahlinya dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, juga dibantu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor, Ilham Molbang, SST dan Nofince M. Obisuru, SP.

Penyerahan bantuan alat penangkap ikan pada kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi Nasdem, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat di Labuan Bajo, Kabir, Alor-NTT. Foto: Shanti Maro

Kemudian di Kabir, kata Dr. Imanuel, kapasitas produksi ikan di Kabir itu cukup tinggi.

“Dalam 1 bulan bisa 50 ton dijual keluar. Ikan-ikan yang berkualitas ekspor khususnya tuna. Karena itu, Bunda Julie menaruh hati kepada para nelayan di Kabir. (Selain itu) para petani yang ada di Alor Barat Laut dan para petani yang ada di Kecamatan Kabola untuk bagaimana mereka bisa memproduksi kebutuhan yang bukan saja dibutuhkan di Alor tapi bisa dikirim keluar,” ungkapnya.

Namun lebih lanjut jelas Ketua NasDem Kabupaten Alor, para nelayan di Kabir, Kecamatan Pantar, Alor-NTT ini juga mengalami berbagai kendala dalam menjalankan usahanya.

“Kalau masalah (kendala) di labuan bajo (Kabir) itu, mereka yang usaha ikan tuna, pancing dapat mereka harus simpan dalam es, (sedangkan) mereka tidak punya es, karena disana tidak ada pabrik es,” ungkap Dr. Imanuel.

“Karena abrasi pantai yang akibat badai Seroja gelombang sampai tepi kampung, kadang-kadang masuk ke kampung. Sementara mereka ini tidak punya lahan yang lain untuk membangun rumah yang layak huni. Mereka punya duit (uang), tapi tidak bisa bangun rumah karena lahan tidak ada. Karena itu mereka berharap ada bantuan pembangunan tanggul. Sehingga tanggul itu selain sebagai alat untuk kebutuhan pemukiman dan menahan ganasnya gelombang laut, juga bisa dijadikan tempat tampungan. Karena memang daerahnya cukup strategis. Karena di labuan bajo (Kabir) itu,” bebernya.

Karena itu, dalam rangka program pariwisata yang dikembangkan oleh Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, kata Dr. Imanuel, labuan bajo, Kabir, Alor-NTT bisa dijadikan sebagai Destinasi Wisata Bahari.

Salah satu peserta bimtek (masker putih) merupakan nelayan asal labuan bajo, Kabir yang ikut kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi Nasdem, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat saat menyampaikan keluhan dan kendala serta persoalan yang Ia dan masyarakat setempat hadapi selama berusaha. Foto: Shanti Maro

Lebih lanjut jelas Dr. Imanuel, pariwisata itu salah satu faktor yang sangat menentukan. Pariwisata itu menjadi kekuatan yang eksponensial untuk melahirkan pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada kesejahteraan rakyat apabila kebutuhan dari para wisatawan itu dipenuhi oleh masyarakat sekitarnya.

“Karena itu kemarin ada pikiran agar labuan bajo (Kabir) diusulkan sebagai Desa Wisata Unggul kepada Kementerian Perikanan dan Kelautan, dimana Desa Wisata Unggul itu akan ditata dengan segala macam program, mulai dari pemukimannya, kemudian dari tata wilayahnya dan spot-spot wisata, seperti di bajo Sulawesi Tenggara, ada kampung nelayan disitu, rumahnya ditata rapi, ada tempat spot-spot foto, ada kuliner disitu,” tutup Staf Khusus Gubernur NTT.

“Kendala kami disini tidak ada pabrik es, karena kamu sekarang pake es kulkas, mahal. Gunanya es itu, kita disini ada penampung-penampung. Kita kewalahan pak, mana (es) untuk penampung dan mana es untuk pelaut (simpan di motor laut). Kita kekurangan pasokan es,” kata salah satu nelayan yang ikut Bimtek di labuan bajo, Kabir, Alor-NTT saat menyampaikan aspirasinya disela-sela reses Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, menjelaskan alasan kehadiran Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat melalui zoom (online) dan tidak secara langsung ke Alor. Namun, kata Staf Khusus Gubernur NTT ini, kegiatan reses Bunda Julie tetap terlaksana dengan disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Bunda Julie ini sebenarnya mau hadir, dia juga sangat menyayangi masyarakat Alor, masyarakat NTT. Tetapi pada waktu yang bersamaan, itu pada tanggal 20 (Rabu) Presiden Jokowi datang (di Labuan Bajo, Manggarai Barat). Kegiatannya sampai tanggal 21 (Juli). Kegiatan Bunda Julie juga tanggal 20, 21 (Juli). Sebagai Istri Gubernur (Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat) Bunda Julie memutuskan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan kehadiran Presiden (Jokowi),” ungkap Dr. Imanuel.

“Kegiatan reses Bunda Julie di Alor tetap jalan, saya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor dan juga dibantu oleh Dr. Toni untuk Hortikultura, Ir. Stefanus dari Pertanian, kemudian di Kabir itu dibantu oleh Mas Bima dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tandasnya.

Laporan/Editor: Markus Kari