Bupati Matim Gelar Acara Pelepasan Ekspor Kopi Fine Robusta ke Luar Negeri

65

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas menggelar acara pelepasan ekspor Kopi Fine Robusta sebanyak 36 ton ke salah satu perusahaan pembeli di Belanda. Kegiatan tersebut berlangsung di Mano, Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Rabu (24/02/2021) kemarin.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kadis Pertanian Manggarai Timur, Yohanes Sentis. Jhon Sentis menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Rikolto Indonesia yang telah membantu dan memfasilitasi petani kopi di Manggarai Timur melalui Organisasi Petani Kopi Manggarai (Asnikom) dalam berbagai kegiatannya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur yang telah mendukung organisasi petani di Manggarai Timur khususnya Asnikom.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator program Rikolto Indonesia, Ibu Noni. Kepada awak media, Ia menyampaikan rasa bangganya atas capaian Asnikom yang sudah bermitra bersama mereka sejak tahun 2010.

“Progres dan pencapaian Asnikom sangat luar biasa, mulai dari budidaya kopi sampai ke bisnis,” kata Noni

Noni menerangkan, ekspor kali ini merupakan ekspor keempat dengan pembeli TSU, pesanan awal hanya 600 kg dan terus meningkat sampai akhirnya pemesanan mencapai 36 ton. Hal ini, menunjukan kepercayaan pihak pembeli dengan kualitas kopi yang dihasilkan oleh Asosiasi Petani Kopi Manggarai.

Ia berharap, kualitas kopi yang dihasilkan oleh Asnikom dapat terus ditingkatkan, kerjasamanya berjalan dengan lancar, jumlah pesanan terus meningkat dan stabil, sehingga kopi robusta Manggarai Timur semakin dikenal baik di pangsa pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, manager Asosiasi Petani Kopi Manggarai, Damasus Agas menyampaikan terima kasih kepada pemeritah Kabupaten Manggarai Timur yang sudah serius memperhatikan aspek budidaya hingga pasca panen tanaman kopi di Matim, sehingga Asnikom mendapatkan kepercayaan untuk mengekspor kopi dalam jumalh yang cukup banyak keluar negeri.

“Secara keseluruhan dari 4 kali pengiriman Kopi Fine Robusta ke Belanda sudah mencapai 53,2 ton dan hal ini diharapkan akan berlangsung selama 8 tahun secara konsisten sesuai dengan kontrak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Manggarai Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa kopi Matim saat ini “seksi” untuk pasaran dunia. Untuk itu, tugas kita adalah bagaimana menghasilkan kopi yang sehat dan menjaga kualitasnya.

“Pemda akan selalu mendukung semua bentuk program yang baik untuk masyarakat. Jika dalam satu kawasan terdiri dari kopi maka segera bentuk BUMD yang fokus mengurus kopi. Tugas lainnya adalah meyakinkan masyarakat bahwa kerja dalam kelompok lebih baik daripad kerja individu, maka bergabunglah dengan asosiasi atau kelompok,” pungkas Agas.

Laporan: Nardi Jaya