Cinta Terlarang Oknum Guru Bersama Mantan Murid di NTT

789

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– HU (40), oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMA Negeri Tiga Pocoranaka, Manggarai Timur, diduga mengajak istri orang untuk kabur berdua.

Hal ini sampaikan oleh SD (50), Ayah dari SN (22), yang merupakan mantan istrinya oknum guru tersebut, kepada Wartawan Via telpon, Senin (10/5/2021).

SD mengakui, sebagai orang tua dirinya merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Atas perilaku HU yang masih saja mengganggu ketenangan kehidupan rumah tangga dari Putrinya yang sudah bersuami lagi.

SD juga membenarkan, kalau putrinya SN merupakan mantan istri dari guru HU. Mereka sempat hidup bersama selama tiga bulan dan pada akhirnya berpisah.

SD menerangkan perihal Putrinya meninggalkan guru HU, karena Dia orang yang telah beristri serta tidak pernah bertanggung jawab dalam menafkai anaknya.

“Anak saya sudah bersuami lagi, Mengapa dia harus mengganggunya lagi ?, Apalagi dia seorang guru, yang semestinya menjadi teladan bagi banyak orang”, tandas SD.

Kisah Awal Percintaan SN dan Guru HU

SD menuturkan, dia mengetahui kisah cinta guru HU dan Putrinya satu tahun lalu. Tepatnya di bulan Maret tahun 2020. Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Putri sulungnya melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Ende.

Di bulan Februari di tahun itu, SN libur semester dan berinisiatif untuk pulang. Beberapa minggu sesampainya dikampung, SN menghilang dan meninggalkan rumah selama tiga hari.

“Waktu itu, Kami panik. Kami mencarinya. Setelah beberapa saat, Kami ditelpon dari keluarga yang di ruteng. Kalau mereka melihat anak SN jalan bersama Guru HU. Kepadanya SN mengakui kalau hubungan mereka terjalin sejak dia, kelas dua SMA”,tutur SD.

Mendengar kabar itupun, SD dan keluarganya panik. Karena Guru HU merupakan orang yang teleh beristri. SD berinisiatif untuk menjemput SN. Sesampainya di Ruteng, Dia pun menanyai prihal hubungannya dengan Guru HU.

Kepada Ayahnya, Dia mengakui atas hubungannya dengan guru HU. Dan meninggalkan rumah selama tiga hari atas ajakan guru HU. Kepadanya, guru HU mengakui prihal hubungan dengan istrinya yang sudah tidak bersama lagi.

“Setelah mendengar pengakuan dari Putri Saya, saat itupun, Saya menelpon guru HU untuk bisa ketemu dan ia pun datang. Saat itu Ia mengakui semuanya”,ujar SD.

Kepada SD, guru HU menyampaikan niat baik untuk menjadikan Putrinya sebagai Istri. Beberapa hari setelah itu, SD bersama keluarganya pun mengantarnya ke rumah guru HU.

Cita-citanya untuk menjadi seorang sarjana pun terkubur di saat itu. Dia tidak lagi melanjutkan kuliahnya, dan harus menjadi istri dari guru HU yang merupakan mantan gurunya dulu.

Tiga hari SN berada di rumahnya guru HU. Dia berinisiatif meninggalkan rumah, setelah mengetahui kalau guru HU masih menjalin hubungan dengan Istri pertamanya. Diketahui SN merupakan istri kedua.

Setelah peristiwa itu, guru HU mendatangi lagi rumah orang tua SN. Untuk menjemputnya pulang. Mereka pun hidup seatap selama tiga bulan.

Berjalannya waktu prahara rumah tangga SN dan guru HU terus teruji. Guru HU harus berbagi perhatian pada dua istri. Kerap kali SN mendapatkan perlakuan acuh tak acuh dari guru HU.

Tak tahan dengan situasi ini, dia pun berinisiatif untuk meninggalkan rumah dari suaminya dan tinggal bersama orang tuanya.

Hampir dua bulan tinggal bersama orang tuanya. Guru HU tidak memberinya kabar dan tidak memperhatikannya lagi. Padahal sekolah tempat guru HU mengajar tak begitu jauh dari rumahnya.

Merasa tidak diperhatikan lagi oleh guru HU. Dalam keadaan stres, atas ijinan orang tuanya, dia pun merantau ke Bali dan berkerja selama Empat bulan.

“Kepada saya dia menceritakan, selama di Bali, guru HU tidak pernah menelponnya. Atau memberikan kabar. Dia pun merasa nyaman dan lega.”Ucap SD.

SD juga mengetahui, selama anaknya di Bali. Guru HU hidup rukun dengan istri keduanya. Dan mereka tidak menggangguinya.

Sepulangnya dari Bali di bulan Januari 2021 , guru HU pun tidak pernah mendatangi rumahnya. Dia pun menerima semuanya, dan mencoba untuk melupakan kisah kelamnya bersama guru HU.

Menyadari hal itu, dia pun menjalin hubungan pacaran dengan laki-laki lain yang sekampungnya. Tepat di bulan April, merekapun bertunangan dan menyatu secara adat Manggarai, serta hidup seatap bersama.

“Semenjak Putri Kami, sudah menjadi istri sah orang lain, dia bersama Suaminya sering diteror lewat dunia maya. Inbox lewat Facebook dan lainnya. Saat itu juga, saya sarankan untuk mereka berdua tidak boleh bermain Facebook”, Jelas SD.

SD sering menerima keluhan dari Putri dan anak mantunya. Tentang sikap dan kelakuan guru HU, yang menginginkan SN untuk menjadikan istrinya lagi.

“Sebagai orang tua, saya hanya mau anak saya hidup aman. Dia masih terlalu muda, dan sudah melupakan masa lalunya. Tolong, jangan ganggu ketenangan anak saya lagi “, Ungkap SD dengan nada lirih.

Surat cinta guru HU terhadap SN

Tanggal 27 April, SD dikagetkan dengan surat yang diberitahukan oleh SN bersama suaminya. Yang berisi ajakan guru HU atas SN untuk kabur jauh berdua.

SN menerima surat itu dari seorang siswa. Menurut pengakuannya, dia menerima surat itu, dari guru yang merupakan temannya guru HU.

Berikut isi suratnya, di kop surat ditulis, “Pa Ubek ajak kabur berdua”.

Oyak apa kabar, tolong cari waktu untuk telpon Pa Hubek. Penting sekali dan kalau tidak ada waktu untuk telpon, biar nota singkat saja untuk Pa Ubek.

Situasi dan keadaan Pa Ubek sangat memprihatinkan. Pak Ubek sakit Enduk (Panggilan kesayangan untuk seorang Perempuan) o…..

Tolong bantu Dia, untuk keluar dari situasi yang menyedihkan ini. Pak Ubek tidak makan dan tidak bisa tidur. Tolong telpon Dia Oyak. Sepanjang hari ini, Pa Ubek tinggal di rumah dan menangis terus.

NB : Kalau sudah dibaca tolong dibakar. Kami tunggu telepon dite atau info balik dite.

Terkait kebenaran surat itu, ditanggal 27 April itu juga. SD mendatangi sekolah tempat guru HU mengajar. Saat itu dia bertemu Kepala Sekolah dan menyampaikan terkait hal itu.

Saat itu pula Kepala Sekolah berjanji, untuk memanggil guru HU meminta klarifikasi. SD juga menerangkan, disaat bersamaan ada seorang guru yang mengakui tentang surat itu. Bahwa dia menerima surat itu dari Guru HU, untuk dikirimkan ke SN.

“Saya hanya seorang petani, saya mengerti mereka itu PNS dan punya segalanya. Saya hanya mau anak saya hidup aman. Tanpa ada tekanan dan gangguan”, pintanya.

Dia juga meminta, untuk semua pihak yang berkompeten dalam persoalan itu. Untuk cepat mengambil sikap tegas. Apalagi masalah tersebut melibatkan seorang PNS.

Pengakuan Guru HU

HU kepada wartawan, Via telepon Selasa, (11/5/2021) mengakui bahwa ia menjalin hubungan pacaran dengan SN sejak kelas dua SMA. Waktu itu, kata HU, Ia sudah cerai dengan istri secara sah. Merekapun berkomitmen untuk serius.

HU membenarkan selama tiga bulan, Ia bersama SN menjalin hubungan rumah tangga.

“Waktu itu kami aman-aman saja Hanya saya juga heran, kenapa SN kabur dari rumah. Kenyataanya kami tidak mengalami konflik, apa lagi KDRT,”

Dia juga menyampaikan kalau orang tuanya SN, yang melarang SN untuk menjalin hubungan lagi dengan dirinya.

“Tidak benar, kalau selama ini masih menjalin hubungan dengan Istri Pertama saya. Kami sudah resmi untuk pisah. Dia yang lebih dulu minggat dari rumah, sementara statusnya masih istri sah saya, saat itu”, tegas Guru HU.

Masih kata HU, terkait surat yang kirim kepada SN, Ia pun mengakui bahwa dirinyalah yang menulis surat itu.

“Surat itu betul saya yang tulis. Tetapi maksud surat itu bukan untuk ajak kabur SN. Saya hanya mau tanya kabar saja. Tidak lebih. Namun surat itu ada yang buat versi baru. Bukan seperti itu surat aslinya. Tidak ada, yang saya tulis untuk mengajaknya kabur.

Menurutnya, prihal surat itu merupakan sesuatu yang wajar. Karena saat itu dia masih menganggap SN sebagai istrinya.

“Kami belum diselesaikan secara adat. Dia yang lebih dulu meninggalkan saya, dan memilih untuk menjadi istri orang lain,”tutup Dia.

Penulis/Editor: Nardi Jaya