Dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Guru BK, Prodi BK Kristen IAKN Lakukan PKM Di Alor

272
Korwas Dikmen SMA/SMK/MA Drs. An Grith Akal (tengah) saat memberikan sambutan sebelum membuka dengan resmi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Aula SMA Kristen 1 Kalabahi, Senin (6/6/2022).

BIDIKNEWS.id, Alor - Perwakilan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) selama tiga hari yakni Senin hingga Rabu (6-8) Juni 2022.

Sebanyak 8 orang yang ikut dalam rombongan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dengan uraian 5 Dosen dan 1 Mahasiswi, 1 undangan dari Prodi yakni Koordinator Prodi BKK dan 1 Staf LP2M Syamsudin Hibu sekaligus Tim Monitoring dalam rangka pengembangan kompetensi guru BK berbasis konseling Ekletik.

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan yang pertama dilakukan oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang di Kabupaten Alor. Namun, tak disangka sebanyak 20 peserta dari berbagai sekolah SMP maupun SMA dan SMK yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Advertise

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Korwas Dikmen SMA/MA/SMK Kabupaten Alor, Drs. An Grith Akal didampingi Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen dan Dosen IAKN Kupang, Senin (6/6/2022) di Aula Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAKER) 1 Kalabahi.

Adapun materi yang diberikan oleh Tim PKM Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang kepada para peserta PKM dan MGBK se-Kabupaten yang mengikuti kegiatan dimaksud antara lain, Pelatihan Interactive Games , Pelatihan Biblio Counseling, Pelatihan Cyber Counseling, Konsep Dasar Kebutuhan Peserta Didik, Pelatihan Penyusunan Instrumen Non Tes Observasi, Pelatihan Penyusunan Instrumen Non Tes Wawancara, Pelatihan Penyusunan Instrumen Non Tes Anak Berkebutuhan Khusus, Pelatihan Penyusunan Instrumen Non Tes Angket. Seusai materi, peserta kegiatan PKM dilanjutkan dengan belajar mandiri dan Tim PKM IAKN Kupang melakukan sosialisasi Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen.

Para narasumber dengan masing-masing materi diantaranya, Triati Lestari Salau, M. Pd (Ketua Tim PKM Dosen) membawakan materi Pelatihan Bibliocounseling dan Pelatihan Penyusunan Instrumen Teknik Non Tes Anak Berkebutuhan Khusus. Maria Natalia Loban, M. Pd (Anggota PKM Dosen) membawakan materi Pelatihan Interactive Games. Erly O. Malelak, M. Pd (Anggota PKM Dosen) membawakan materi Pelatihan Cyber Counseling. Joris Taneo, M. Pd (Anggota PKM Dosen) membawakan materi Pelatihan Penyusunan Instrumen Kebutuhan Peserta Didik. Benediktus Labre, M. Psi (Anggota PKM Dosen) membawakan materi Konsep Dasar Instrumen Kebutuhan Peserta Didik.

Sebelum membuka dengan resmi, Drs. An Grith Akal dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang dan para Dosen bersama rombongan di Kabupaten Alor serta memperkenalkan Pulau Seribu Moko di Bumi Persaudaraan Nusa Kenari ini.

Sesi foto bersama Tim PKM Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen serta Dosen IAKN, Staf LP2M bersama peserta kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru BK Berbasis Konseling Elektik.

Disamping itu, Korwas SMA/MA/SMK ini berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang seperti ini terus berjalan dari waktu ke waktu. Pasalnya kata Grith, kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait pengembangan kompetensi guru BK berbasis konseling elektik ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan SDM guru BK di Kabupaten Alor.

"Program (pengabdian kepada masyarakat) ini harus berkelanjutan, jadi tidak hanya stop disini. BK itu adalah dokter di sekolah. Dokter yang bisa mengetahui perilaku siswa itu. Yang taunya guru BK, maka diminta untuk seorang guru BK itu harus kreatif, inovatif untuk mencari, menemukan dan bisa menyelesaikan masalah yang ada dan solusi yang bisa diberikan. Dengan demikian BK itu harus sama-sama dengan Kepala Sekolah memantau KBM itu berjalan. Kepala sekolah lihat dari ilmu, materi dan lain-lain, BK lihat dari perilaku dan lain-lain, sehingga harus sinergitas," jelas Grith.

"Jadi dana BOS itu termasuk didalamnya itu bukan hanya peningkatan kompetensi dan pengetahuan, tapi juga perilaku harus dibiayai. Maka setiap sekolah itu wajib menyusun masuk didalamnya itu program-program BK, seharusnya seperti itu. Jadi kita sudah himbauan kepada SMA/SMK/ MA itu segera untuk masuk dalam program-program BK. Yang dibutuhkan sekarang itu, apakah guru BK itu kreatif bisa menyampaikan program itu kepada Kepala Sekolah atau tidak? Jangan hanya duduk diam pada saat menyusun RKAS! Harus sampaikan sehingga bisa terbiayai oleh dana BOS," ujarnya.

Mengenal Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang

Ketua Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Kristen Insitut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Gusti Y. Sette, M. Si., kepada Bidik News usai acara pembukaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN di SMA Kristen 1 Kalabahi ini ialah kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru BK Berbasis Konseling Ekletik.

"Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kami sebagai tenaga pengajar, dosen itu mengaplikasikan apa yang selama ini sudah kami sampaikan ke mahasiswa dan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini kami kembali ke daerah-daerah atau ke masyarakat untuk berbagai ilmu, berbagi pengalaman sehingga apa yang kami pelajari sesuai bidang kami yaitu bimbingan konseling itu bisa terserap secara baik oleh guru dan siap," jelas Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang.

Selain melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kata Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang, juga dilakukan sosialisasi kampus yang beralamat di Kota Kupang, NTT ini kepada masyarakat umum di tempat mereka melakukan kegiatan tersebut.

"Selain melaksanakan kegiatan (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini, kami juga mensosialisasikan IAKN Kupang. Karena memang IAKN Kupang ini adalah Perguruan Tinggi baru yang sebelumnya adalah STAKN dan dimana orang baru itu STAKN itu hanya beberapa Prodi. Sementara bertransformasi ke IAKN itu sudah 16 Prodi (Program Studi). Nah, dengan kegiatan-kegiatan ke daerah ini, selain melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat kami juga memperkenalkan IAKN untuk masyarakat umum," beber Gusti.

"Kalau kegiatan ini sangat bermanfaat dan guru-guru disini merasa ini penting, kami siap untuk kembali dan untuk terus mengembangkan bimbingan dan konseling," sambungnya.

Sama halnya juga disampaikan oleh Ketua Tim PKM Dosen Triati Lestari Salau, M.Pd. Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan rutin dilakukan tiap tahun dalam kalender program kerja Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang khususnya di Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Kristen.

"Memang kegiatan ini Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan bentuk implementasi dari salah satu Tri Dharma di Perguruan Tinggi dan ini setiap tahun diprogram oleh Kampus kepada masing-masing program studi IAKN Kupang untuk menjalankan. Kebetulan Tim kami ini bersepakat untuk melakukan di Alor dan kami mengangkat tema itu adalah Pengembangan Kompetensi Guru BK Berbasis Konseling Ekletik," ujar Lestari.

Dosen Bimbingan dan Konseling Kristen ini mengutarakan 2 alasan penting mengapa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang dengan sasaran guru-guru BK dan MGBK ini dilakukan di Kabupaten Alor.

"(Yang pertama) berkaitan dengan adanya kemajuan ilmu bimbingan konseling yang pada saat ini sudah mengalami perubahan pada arah pengembangan keilmuannya. Jadi tidak lagi kita terpaku pada konseling yang sifatnya konvensional, tapi konseling itu sudah sifatnya kolaboratif yang memakai pendekatan-pendekatan yang psikoterapi/psikoeducatiol juga kita bisa pakai untuk mendukung teknik-teknik Konseling yang sudah melalui hasil penelitian. (Yang kedua) berkaitan juga dengan perubahan hidup manusia. Jadi sekarang ini banyak juga permasalahan siswa di sekolah yang sifatnya itu karena sudah mengalami perubahan zaman, anak-anak itu sudah terpaku pada permainan (game online) gadget mengakibatkan mereka juga mengalami banyak sekali kerosotan dalam nilai mereka dan banyak juga tidak tuntas pembelajarannya, sehingga kita perlu mengupayakan pendekatan-pendekatan konseling yang tepat sasaran. Jadi tidak lagi konseling yang sifatnya itu harus konvensional," jelasnya.

Sementara itu, selaku mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang, Febri Malaykari merasa bangga dirinya bisa ikut dalam rombongan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Alor ini.

Menurutnya, ini pertama kali dan dari sekian banyaknya Mahasiswa/i, Ia dipercayakan bergabung bersama Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling Kristen dan para Dosen di IAKN Kupang untuk bergabung dalam kegiatan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Alor ini.

"Yang saya rasakan pas dikasih tau bahwa saya yang ikut itu saya bangga, karena ini kan pertama kali dan sebagai orang Alor bisa bersama dengan dosen ke Alor dan bisa memperkenalkan Alor dan saya berharap kegiatan (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini bisa berdampak bagi guru-guru BK yang ada di Alor ini," tutur Febri.

Disamping itu, Mahasiswi semester 4 ini mengajak kepada calon mahasiswa baru asal Kabupaten Alor agar dapat bergabung di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Menurutnya, di IAKN Kupang disediakan juga berbagai beasiswa bagi mahasiswa ataupun mahasiswi yang kurang mampu dan berprestasi.

"IAKN itu bagus karena ada bantuan beasiswa untuk mahasiswa yang tidak mampu, ada juga Bidikmisi. Terus di IAKN juga uang (biaya) itu dari semua kampus IAKN paling murah per semester. Saya mengajak saudara-saudara yang di Alor kalau untuk masuk ke IAKN, karena kampusnya bagus dan dosen-dosen dengan pembelajaran yang tidak terlalu kaku dan mengasyikkan. Disana (IAKN) juga ada banyak bantuan (beasiswa) dan ada banyak teman-teman dari Alor juga," ajak Febri.

Untuk diketahui, sekolah-sekolah yang mengutus guru BK untuk mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru BK Berbasis Konseling Ekletik yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang diantaranya, SMA Kristen 1 Kalabahi, SMA Katolik St. Yoseph Kalabahi, SMA Negeri Lamalu, SMA Muhammadiyah Kalabahi, SMA Kristen 2 Kalabahi, SMA Negeri 2 Kalabahi, SMA Negeri 3 Kalabahi, SMA Negeri 1 Kalabahi, SMA Negeri 1 Abad, SMA Negeri Atengmelang, SMA Negeri Kabola, SMA Negeri Mauta, SMAK Puma'i, SMK Negeri 4 Kalabahi, SMK Negeri 3 Kalabahi, SMP Katolik St. Jibrael Kalabahi, UPTD SMP Negeri Bukapiting dan SMP Negeri 2 Kalabahi.

Laporan/Editor: Markus Kari