Datang Dari Keluarga Biasa Untuk Pendidikan di NTT, El Asamau Mohon Doa & Dukungan di Pemilihan DPD RI 2024 Mendatang

334

BIDIKNEWS.id, Alor - Elyas Yohanis Asamau, S.IP., M.P.P., menyatakan diri siap maju bertarung pada pemilihan Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2024 mendatang.

Hal itu terlihat pada sebuah pamflet yang beredar di media sosial, menyatakan dirinya "EL ASAMAU FOR DPD RI PERWAKILAN NTT 2024, Calon Senator Muda Untuk Pendidikan di NTT Yang Lebih Baik. Mohon Doa dan Dukungan" dari masyarakat Alor dan Nusa Tenggara Timur pada wilayah pemilihannya.

Demikian dibenarkan pria kelahiran Maumere, Nusa Tenggara Timur saat ditemui Bidik News di kediaman pribadi di Kalabahi, Selasa (15/2/2022).

"Memang untuk informasi itu sumbernya dari saya, (dan) saya pikir momentumnya pas kemarin tanggal 14 Februari (2022) itu. Saya baru tau kalau KPU melaunching mungkin tahapan dimana 2 tahun kemudian tanggal 14 Februari 2024 itu nanti ada event besar Pileg (Pemilihan Legislatif) serentak. Mungkin kesempatan itu pas, sehingga kemarin dengan beberapa teman-teman (masyarakat) kita lihat kita punya peluang untuk ambil kesempatan ini dan kita coba bergerak dan terkait," tutur El Asamau panggilan akrabnya.

"Jadi DPD (RI) itu di setiap wilayah Provinsi. Di setiap Provinsi perwakilan 4 orang. Jadi wilayah pemilihan saya itu seluruh NTT," sebutnya.

El Asamau (kanan/masker putih) saat bersama Vico Amalo dan rombongan menemui nelayan di Alor, Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.

Sebagai anak muda, El Asamau menyampaikan, usia bukan jadi halangan bagi dirinya untuk terus bergerak melayani masyarakat lebih luas lagi. Sebab kata Dia, pengalaman yang Ia miliki bisa menjadi sebuah motivasi untuk ikut ambil bagian dalam pemilihan Senator di DPD RI pada momentum pesta demokrasi 5 tahunan itu.

"Walaupun sekarang usia masih muda, tetapi saya pikir dengan pengalaman selama ini baik secara formal maupun diluar itu, saya pikir cukup untuk bisa menjadi bekal ketika yah Tuhan Menolong bisa lolos dan itu bakal menjadi sebuah arah (harapan) baru," kata El Asamau.

"Bagi saya, yang masih berpandangan bahwa politik itu sesuatu yang tidak pasti, jelek dan negatif lainya, saya pikir itu harus dirubah, karena kita punya kehidupan di berbagai sektor ini dipengaruhi oleh proses politik. Sehingga kalau kita punya peluang (maju DPD RI) kenapa tidak! Jadi saat resign itu menjadi salah satu target perencanaan kedepan. Waktu itu, pikir nanti 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, tapi kok saya tidur tidak tenang, orang tanya terus, kontak terus, arah kemana dan segala macam. Bersyukur karena tidak semua orang mungkin mengalami hal seperti itu. Sehingga ini menjadi awal yang baik, terus semoga Tuhan kasih (buka) jalan kita bisa berakhir dengan baik," tambahnya.

Latar belakang sebagai seorang birokrat, demikian El Asamau, bisa menjadi bekal dalam mengambil sebuah kebijakan di parlemen DPD RI jika terpilih nanti.

"Jadi dididik betul-betul menjadi birokrat yang bisa siap untuk kembali dan mengabdi di Alor dan NTT," tutur pria murah senyum itu.

Menurutnya, memang di DPD RI bukan ruang pengambilan keputusan dalam peraturan perundang-undangan ataupun lainnya, tetapi lanjut Jebolan IPDN 2009 ini, Ia meyakini bahwa dengan jejaring yang dimiliki bisa membawa aspirasi masyarakat Alor dan Nusa Tenggara Timur ke ruang pengambilan keputusan di DPR RI.

"Tapi kenapa harus melirik ke dunia politik dalam hal ini ke DPD (RI) karena dampaknya mungkin bisa lebih luas. Artinya pelayanan ini kita bisa kembangkan lebih jauh (luas) dan otomatis kita bisa berurusan dengan kebijakan-kebijakan. Dan berbicara dengan kebijakan, saya selama (pendidikan) S.1 dan S.2 di US belajar tentang kebijakan publik," ujarnya.

Lebih lanjut kata Mantan Lurah Mutiara itu, selama masih berstatus sebagai ASN Ia terus mengembangkan pelayanan sebagai pemerhati sosial dan kemanusiaan disaat masyarakat dalam kesulitan akibat bencana dan sebagainya.

"Kalau dengan bekerja sebagai ASN mungkin dampak dari saya adalah mungkin di sekitaran tupoksi saya. Lalu ketika kemarin resign coba melanjutkan usaha-usaha (dan) kegiatan yang kita sementara lakukan dan dampaknya yah mungkin sekitar-sekitar orang yang bekerja sama dengan kita," katanya.

"Sehingga bagaimana saya mau menyalurkan ilmu teori bahkan "praktek" yang sudah saya alami dan jalani selama ini kalau lingkup pergerakan saya masih kecil. (Tapi) Saya pikir saya sudah pas di posisi dimana yang merumuskan kebijakan," tutur Mantan Kasi Analisis pada Dinas Perhubungan Kabupaten Alor ini.

El Asamau meyakini jejaring dan usaha yang selama ini digelutinya menjadi persiapan dan juga bekal dalam melayani masyarakat NTT dan Indonesia yang lebih luas lagi.

"Saya lebih kepada jejaring. Memang setelah resign, pasti kita persiapkan supaya dapur tidak boleh mati. Dengan tenaga, waktu, lalu kreativitas yang ada yah tidak mungkin kita bangun, tidur, makan dan selesai. Jadi kita coba menjalani beberapa usaha, sekarang fokus di (Bidang) peternakan (dll), saya pikir usaha-usaha ini kan menjadi sebuah media pembelajaran khususnya (bagi) saya. Jadi kedepan berbicara tentang peternakan kita paham. Usaha-usaha ini ternyata mengantarkan saya untuk bisa bergabung dalam organisasi (HIPMI Alor) ini," ujar Ketua Umum HIPMI Alor ini.

"Wadah (HIPMI Alor) ini bisa dijadikan tempat belajar, bahkan dengan wadah ini kita bisa mendorong banyak teman-teman muda untuk mulai berpikir ke wirausaha. Artinya, terlepas dari pendidikan, terlepas dari tuntutan dan kondisi sekitar termasuk orangtua. Tapi orang muda harus bebas untuk berekspresi, dong (teman-teman muda) punya harapan dan cita-cita, macam tadi sepintas dengar dari Kaka (Markus Kari) jiwanya ada di jurnalistik, media dan lain sebagainya dan itu kalau ditekuni, diseriusi dengan baik, saya pikir akan memberikan hasil yang maksimal dan saya pikir ini yang perlu kita dorong untuk teman-teman semua," jelas Pengurus GAMKI Alor 2014-2015.

Elyas Yohanis Asamau juga menepis beragam komentar "negatif" terkait dirinya yang mengundurkan diri sebagai ASN pada beberapa waktu lalu soal arus politik di Kabupaten Alor.

Mantan Kasi Tantrib Kecamatan Pulau Pura itu mengungkapkan, pengunduran diri dari ASN sudah menjadi keputusan yang diambil secara tepat tanpa adanya intervensi dan sebagainya.

"Saat resign memang untuk rencana besar kita tidak sampaikan (karena) keputusan ini betul-betul dari kita dan tidak ada yang mengintervensi dan ketika diambil (keputusan pengunduran diri) yah pasti. Memang banyak sekali komentar (di media) saat itu dan saya lihat memang beragama sekali. Tentu saja keputusan diambil dengan berbagai perkembangan, tidak serta merta, tidak emosional, tidak karena lihat peluang disini lebih baik. Sehingga saya pikir keputusan (pengunduran diri) saat itu harus diambil apapun resikonya kita harus tangguh, termasuk dengan komentar-komentar semua orang. Dan sebagian besar komentar memang arahnya  ke politik (abis ini nanti mau ke politik), jadi ada stigma yang menganggap bahwa politik itu jelek, politik itu sesuatu yang negatif. Padahal kita orang-orang muda apalagi di Alor, kita harus melihat politik itu sebagi peluang untuk kita bisa memperlebar hal-hal baik misalnya pelayanan-pelayanan yang sudah kita lakukan," jelas El Asamau.

Menurutnya, semua anak muda Alor dan warga negara secara umum, mempunyai hak yang sama (memilih dan dipilih) pada pesta demokrasi 5 tahunan itu.

"Sebagai anak Alor, mau melihat perubahan yah pasti dan saya yakin dan saya berharap semua orang apalagi orang-orang muda harus punya target bahkan bisa bergerak secara rill untuk dapat mendapatkan posisi-posisi (DPRD) itu. Artinya bagi diri sendiri pribadi (saya) juga sebenarnya melirik kesana (DPRD) dan bagi saya tidak ada larangan," ujarnya.

"Mengapa (saya memilih) DPD! Karena yang pertama, peluang itu. Yang kedua, untuk tugas fungsi DPD juga memang sebagian besar orang masyarakat juga tidak terlalu mengetahui peran, karena semua rata-rata omong tentang Caleg, Pilkada. Padahal DPD (RI) ini sebagai Senator punya porsi tawar yang sangat baik, bisa kasih masukan dalam setiap Rancangan Undang-Undang (RUU) dan itu mencakup semua segi yang ada di DPR (Komite-Komite),di DPRD (Komisi-Komisi) dan bisa ikut mengkawal, bisa ikut mengontrol, walaupun tidak secara langsung seperti legislatif (DPRD dan DPR) ketuk palu tetapi power ada disana juga," ungkap Mantan Ketua Mata Garuda NTT (Organisasi Penerima Beasiswa LPDP).

Sebagai Senator asal NTT di DPD RI jika lolos nantinya, lanjut Elyas Yohanis Asamau, lebih berfokus pada Dunia Pendidikan, Pemuda dan Sosial.

"Saya pikir sudah kalau memang kita bisa manfaatkan dan merumuskan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) saya lihat tentang daerah pemekaran, tapi saya lebih fokus ke Pendidikan, Pemuda dan Sosial itu ada di Komite 3. Kalau ada disana berarti sebagai Senator terpilih nanti, kita akan kawal terus proses perumusan sebuah Kebijakan, Perundang-Undangan dan dampaknya bisa dirasakan (positif) oleh masyarakat," tutur Founder PKBM Alorinda.

"Memang di Senat DPD RI tidak murni ketuk palu untuk sebuah kebijakan. Tetapi kita ikut mengkawal, ikut memberikan masukan dan sebagai mitra pasti DPR juga akan mendengar, Pemerintahan (Pusat) juga pasti akan mempertimbangkan apalagi dengan lobi-lobi politik yang baik, saya pikir aspirasi dari masyarakat bisa kita teruskan dan diterima (terjawab). Terkait dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) itu menjadi salah satu fokus dari DPD (RI) juga. Kalau tidak salah urusan daerah otonomi itu di Komisi 1, sedangkan saya lebih banyak berpikir tentang di Komite 3. Tapi kita tidak tau kedepan, misalkan terpilih saya ada di Komite 1 berarti ini ada prodak Alor sebenarnya untuk bagaimana Pantar bisa mandiri, bisa menjadi sebuah Kabupaten Baru. Makanya di postingan juga termasuk Pantar saya sebut sendiri. Sampai saat ini saya pikir dengan adanya pemekaran berarti pendekatan pelayanan itu semakin baik. Efektivitas, pengelolaan anggaran dan sebagainya bisa maksimal," ujarnya.

El Asamau yang juga banyak bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan itu mendorong RSJ dan tempat-tempat lain untuk dapat menampung dan membantu merawat para ODGJ sehingga tidak ditelantarkan.

"Kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini kita lakukan ini sebenarnya sebagai bentuk yang datang dari keterbatasan keluarga kita sendiri, untuk disabilitas, ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) dan sebagainya itu kita mengalami bagaimana proses menyembuhkan, mendampingi sehingga ini menjadi sebuah panggilan. Sekarang kita di posisi dengan pengetahuan yang berbeda, pendidikan yang sudah lebih baik, apakah hanya begitu saja? Nanti orang bilang kacang lupa kulit. Untuk mewujudkan itu kita perlu (kendaraan) wadah, sehingga politik itu menjadi sebuah media yang paling pas untuk kita bisa menyentuh banyak orang. Kalau macam hanya sekarang sebagai pengusaha, mungkin El Asamau hanya bisa bantu 2 (atau) 3 keluarga, mungkin 2 (atau) 3 ODGJ yang diperhatikan. Tapi ketika punya sebuah kewenangan yang lebih besar, kita mungkin bisa dorong Rumah Sakit Jiwa untuk ODGJ -ODGJ sehingga mereka tidak ditelantarkan," ujar Founder Yayasan Dola Koyakoya.

"Pemerintah pasti punya banyak agenda dan prioritas dan kita tidak bisa salahkan karena semua sudah tersistem. Sehingga kita yang masih punya pikiran-pikiran segar ketikan bisa diwujudkan, kita harus masuk di sistem untuk bisa diwujudkan. Jadi kita bergerak karena mengalami dan panggilan. Kita harus putuskan mata rantai ini dengan sebuah gebrakan. Jadi sebelumnya itu saya juga pesimis karena kita bukan datang dari keluarga yang mapan, bukan dari anak pejabat, kita bisa track ke keluarga di kampung mayoritas ada sawah, di kebun dan di gunung. Mungkin orang tau El Asamau sekarang ada tinggal di pinggiran jalan besar, ada punya usaha, ada punya koneksi dan lain sebagainya, tetapi saya punya beban bahwa masih banyak keluarga yang belum sejahtera dan kalau sudah bicara sampai ke level pengambilan kebijakan berarti bukan lagi dalam lingkaran keluarga tetapi secara keseluruhan dan itu menjadi bergumulan kami, panggilan supaya pelayanan-pelayanan yang kita sudah lakukan yang kecil-kecil ini kita bisa kembangkan lebih luas lagi," pungkasnya.

Kedepannya kata El Asamau, dirinya akan terus menggandeng para awak media untuk terus mensosialisasikan tugas, fungsi, peran dan tupoksi dari DPD RI. Sehingga lanjutnya, masyarakat tidak hanya memilih Senator DPD RI namun bisa memastikan aspirasi tersampaikan dan terjawab.

"Secara teknis kedepan saya dengan beberapa teman-teman termasuk minta pendapat dari kawan-kawan media untuk mensosialisasikan tentang keberadaan DPD (RI) di Alor ini. Sehingga masyarakat tidak hanya tau bahwa saya (Elyas El Asamau) akan maju menjadi Calon Senator (DPD RI) tetapi mereka bisa tau fungsi, tugas, porsi dan peran itu seperti apa dan itu akan kita sampaikan," ucapnya.

"Kita lihat respon dari masyarakat melalui selebaran pamflet, ternyata banyak yang berikan support dan dukungan. Artinya ketika dilihat sebaran (pamflet) yang mendukung ini ada dari Alor, Sumba, Manggarai Barat, Adonara, Flores Timur, saya pikir ini sebagai tanda yang baik untuk kita terus bekerja. Optimisme, inisiatif, dorongan itu sebenarnya dari dalam diri (saya) sendiri. Sehingga ini bisa terpancar keluar bisa dilihat oleh masyarakat dan bisa memberikan kepercayaan dan ini jalan yang harus diperjuangkan," ungkap Pengusaha Muda ini.

Akhirnya, Elyas Yohanis Asamau Calon Senator Muda DPD RI Asal Nusa Tenggara Timur meminta Doa dan Dukungan dari seluruh masyarakat Alor dan NTT serta Indonesia secara umum untuk ikut bertarung dalam momentum pemilihan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia 2024 mendatang.

"Tadi kita sebut dengan diskriminasi usia dan itu menghambat anak-anak muda potensial untuk mau berkembang termasuk mau masuk ke dunia politik. Sehingga harus mengurangi dengan memberikan kesempatan dan ruang untuk anak-anak muda di NTT (Alor) sehingga untuk bisa mengambil keputusan-keputusan untuk ikut memberikan sumbangsih dan kontribusi untuk seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

"Harapan saya kepada semua Basudara, Kakak-Adik, Bapak-Mama, Tanta-Om, dan Teman-Teman yang ada di (Pulau Rote, Alor, Sabu Raijua, Sumba, Timor, Flores, Lembata, Adonara dan Pantar) NTT keseluruhan, inilah kita (El Asamau) apa adanya, datang dari keluarga yang biasa-biasa, tapi punya niat tekad untuk untuk memperluas pelayanan yang selama ini kita sudah lakukan, mungkin bisa diberikan dukungan Doa, Restu, Moril, mungkin materi juga kedepan kita sangat berharao itu. Sehingga persiapan selama 2 tahun ini kita bisa lakukan secara maksimal dan hasilnya kita bisa rasakan dengan baik," tutup Calon Senator DPD RI Perwakilan NTT Elyas Yohanis Asamau.

Laporan/Editor: Markus Kari