Demo Omnibus Law, HMI Cabang Gowa Raya Serukan Jokowi Mundur

575

BIDIKNEWS.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya turut andil dalam menyuarakan penolakannya terhadap sahnya RUU Omnibus Law Cipta kerja menjadi Undang-undang.

Aksi yang dilaksanakan hari ini, Rabu, 7/10/2020, juga diikuti oleh hampir seluruh organisasi Cipayung plus, dan menyasar di sejumlah titik di wilayah kota Makassar.

Di depan kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, massa aksi HMI Cabang Gowa Raya meminta presiden Jokowi mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam menjaga stabilitas keamanan negara dan kepentingan bangsa,

Advertise

Baca Juga

“Hari ini kita saksikan presiden gagal menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta hak hak rakyat, oleh karena itu tidak ada kata lain, selain mundur,” teriak salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Massa aksi yang memblokade jalan Sultan Alauddin ini, menyampaikan kekesalannya terhadap pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang sepakat dalam mensahkan RUU Omnibus Cipta kerja, bahkan menilai DPR sebagai Dewan Pengkhianat Rakyat,

“DPR sejatinya Dewan Pengkhianat Rakyat, dengan semena-mena mensahkan Undang-undang Cilaka,” imbuhnya dalam orasi.

Massa HMI ini juga meneriakkan revolusi sebagai jalan akhir dari perjuangan mereka menuntut hak-hak rakyat. Mereka juga menilai Jokowi dingin dan tidak tegas dalam pengambilan keputusan.
“Presiden kita tidak tegas, presiden kita dingin sampai-sampai beku otaknya.” Teriak salah seorang orator.

Massa yang tersebar di sepanjang jalan Sultan Alauddin ini akhirnya membakar ban bekas  sebagai simbol protesnya. Aksi yang semula dilakukan pada pukul 13:30 tersebut, hingga pukul 18:00, massa belum juga membubarkan diri dan menyampaikan akan kembali besok dengan jumlah yang lebih banyak lagi.(*SSL)

Editor : Redaktur Bidik News