Demo Tolak UU Cilaka Ricuh, Video Trone di Kantor Gubernur Sulsel Dibakar

7

BIDIKNEWS.id, Makassar – Video Trone yang terpajang di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, terbakar saat demo berujung ricuh yang terjadi, pada Kamis malam.

“Iya benar terbakar, saat ricuh tadi di depan kantor gubernur,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim.

Beruntung api cepat dipadamkan oleh mobil watercanon milik polisi sehingga tidak menimbulkan kebakaran hebat. “Iya cepat dipadamkan sama mobil watercanon, diduga dibakar sama peserta aksi tadi,” ungkapnya.

Advertise

Baca Juga

Sekedar diketahui, aksi unjuk rasa penolakan undang-undang Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) Omnibus Law di depan Gedung DPRD Provinsi Sulsel kembali pecah, Kamis 8 Oktober 2020 sore hingga malam.

Ribuan massa dari atas Jembatan Fly Over Makassar tiba-tiba melempar batu ke arah Gedung DPRD Provinsi Sulsel yang telah dijaga oleh pihak kepolisian dari anti huru hara.

Melihat aksi massa semakin anarkis dan brutal, pihak kepolisian mencoba meredam aksi dengan cara memberikan imbauan agar tak kembali melakukan lemparan.

Namun imbauan itu sama sekali tak digubris oleh ribuan massa aksi yang semakin tak terkendali. Bahkan pihak kepolisian sempat terkena anak panah atau busur yang dilesatkan oleh massa aksi unjukrasa.

Dari situ sebanyak 73 orang ditangkap polisi usai diduga terlibat dalam aksi anarkis saat demonstrasi tolak pengesahan Omnibus Law.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan bahwa 73 orang yang diamankan tersebut merupakan massa aksi. Mereka diamankan di lokasi berbeda yang menjadi tempat aksi unjuk rasa seperti Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Sultan Alauddin Makassar.

“Saat ini kita sudah mengamankan kurang lebih 73 massa yang kita amankan waktu pendorongan,” kata Merdisyam saat diwawancara di lokasi aksi, Kamis malam.

Merdisyam mengatakan bahwa 73 demonstran yang diamankan tersebut bakal dirapid test terlebih dahulu. Bila hasilnya reaktif maka peserta yang diamankan itu bakal diuji swab.

Selain rapid test, puluhan orang yang diamankan itu bakal dites urine untuk mengetahui apakah massa tersebut di bawah pengaruh narkoba.

“Kalau memang di antara mereka ada yang tes urinnya positif akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Merdisyam.

Kericuhan yang terjadi saat demo tersebut kata Merdisyam turut membuat 3 anggota kepolisian mengalami luka usai tertancap anak panah. Namun ketiga polisi tersebut masih dalam keadaan baik.

Untuk itu, hingga kini pihaknya masih memukul mundur para demonstran yang didominasi mahasiswa.

“Secara keseluruhan sampai malam ini memang cuma di beberapa titik sentral saja yang menjadi pusat unras yang masih sampai saat ini kita melakukan pendorongan,” pungkas Merdisyam. (*)

Editor: Ahmad Rusli