Desak Kasus Korupsi Kemenag Jatim, Forsak Datangi Kejagung dan Kemenag RI

142

BIDIKNEWS.id, Jakarta- Puluhan santri yang tergabung dalam Forum Santri Anti Korupsi (Forsak) mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kementerian agama (Kemenag) RI. Tujuan kedatangan mereka untuk mendesak kasus dugaan korupsi pembangunan mess santri gedung A dan B di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur.

Forsak berharap, penyidik kejati transparan dan membeberkan pejabat maupun mantan pejabat yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan proyek mess santri di Kanwil Kemenag Jatim.

"Jujur saja, saya kecewa. Sepertinya jaksa ada yang menyembunyikan sesuatu. Sebagai penyidik seharusnya mengungkap kasus sedetail-detailnya," ujar Koordinator aksi Forsak kepada wartawan usai ditemui Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Rohmadi, di depan kantor kejati, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (20/5/2015).

Tjetjep Moh Yasien mengatakan, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan mess santri gedung A dan B di Kemenag Jatim, mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim Sudjak maupun kakanwil saat ini Makhfud Sodar, diduga juga ikut terlibat.

Katanya, Sudjak sebagai kakanwil saat itu membiarkan rekanan (PT Daman Varia Karya) yang mengerjakan 2 proyek dalam 1 anggaran.

Sedangkan peran kakanwil saat ini, Sodar sudah diberitahu oleh Suhaji selaku PPS dan menelaah serta mengevaluasi proyek tersebut bahwa, pembangunan mess santri ada indikasi korupsi. Namun tetap dibiarkan pencairan uang jaminan.

"Kalau (Kakanwil Sodar) yang sekarang ini juga harus bertanggungjawab. WOng ada korupsi kok dibiarkan. Malah mencairkan dana jaminan. Apalagi dana jaminan itu seharusnya diberikan pada Juli (2014), malah dicairkan di bulan Maret. Ada apa ini." cetusnya.

Ia menambahkan, banyak kejanggalan-kejanggalan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan mess santri. Namun, Tjetjep menilai ada yang ditutupi oleh penyidik kejaksaan.

"Saya benar-benar kecewa. Saya berharap audensi tadi bertemu dengan jaksa sebagai penegak hukum, bukan pengacaranya Kemenag. Kalau kejati belum mengungkap pimpinannya, kami akan melakukan istighosah selama seminggu di sini (depan kantor kejati)," tandasnya.

Sementara itu, Kasi Penyidikan Pidsus Rohmadi membantah bahwa penyidik tidak melakukan pengusutan keterllibatan pihak lain, termasuk pimpinan di Kemenag Jatim.

"Alat bukti yang mengarah ke sana (pimpinan Kemenag Jatim) belum ditemukan. Kalau sudah cukup alat buktinya, pasti kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Rohmadi.

Aksi Forum Santri Anti Korupsi di sepadan Jalan A Yani depan kantor Kejati Jatim ini diikuti beberapa santri dari berbagai darah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, berlangsung damai.

Mereka juga membentangkan berbagai spanduk yang diantaranya bertuliskan 'Berharap pada Kejati Jawa Timur melakukan penegakkan hukum tanpa pandang bulu pada dugaan korupsi pembangunan mess santri di Kementerian Agama Jawa Timur'. 'Ungkap tuntas siapa dalang dan aktor korupsi pembangunan mess santri Kementerian Agama Jawa Timur.

Melansir Newsdetik.com, Sebelumnya, Tahun 2014 lalu, penyidik Pidsus Kejati Jatim menangani kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung Sarana Pendidikan Islam gedung A dan gedung B di Kemenag Jatim tahun anggaran 2013 dengan anggaran sekitar Rp 14,5 miliar,

Penyidik sudah menetapkan 5 tersangka yakni, AA dan YS (konsultan pengawas gedung), AH (pejabat pembuat komitmen), MNH (rekanan pembangunan gedung B), serta BS (rekanan pembangunan gedung A).

Dari kelima tersangka, 3 diantaranya Abdul Hakim, Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Jatim (Pejabat pembuat komitmen), M Nur Herlambang (Rekanan pembangunan gedung B) dan Bagus Suparto (Rekanan pembanguna gedung A) dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Medaeng, Waru, Sidoarjo, sore tadi.

 

Laporan: Biro Jatim_Kuswanto