Di bincang santai, Lamboan: Supremasi Hukum di Alor masih prematur

76

Makassar, bidiknews.id – Berkesempatan hadir di Bincang santai yang diselenggarakan Bidik News, Lamboan Djahamou menilai penegakan hukum di Alor masih sangat Prematur, menurutnya, Hukum masih bersifat rimba, tajam kebawah dan tumpul ke atas.

Diskusi dengan tema “Menyoal Supremasi Hukum di Tanah Seribu Peradaban” Apa kabar penegakan Hukum di Alor itu, menghadirkan Lamboan Djahamou sebagai aktivis sekaligus pernah juga merasakan jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan Mola Kalabahi, yang juga menyaksikan jalannya penegakan hukum di wilayah hukum Polres Alor.

Menurut Lamboan, penegakan hukum di Alor, tajam ke orang susah, seperti tukang ojek, pekerja kebun dan orang dengan strata sosial menengah ke bawah. Namun, ASN, kontraktor dan orang berduit, justru hukum tumpul ke mereka. Disinilah menurut Lamboan Marwah aparat penegak hukum dipertaruhkan, keteladanan yg buruk menurutnya.

Advertise

Baca Juga

Diantara kasus besar dengan melibatkan orang tertentu yang masih sampai sekarang tidak menemui kejelasan hukum adalah;

1. Kasus Proyek Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Wolibang kecamatan Kabola.

2. Kasus bantuan perumahan untuk masyarakat yang terdampak Bencana Gempa

3. Kasus Tersangkanya ketua DPRD Alor, Enny Anggrek yang dilaporkan oleh Efraimlammakoly.

4. Dugaan Pelanggaran UU Karantina dan MAKLUMAT KAPOLRI tentang PSBB oleh ketua DPRD Alor.

5. Kasus Perzinahan ASN di lingkup dinas pendidikan kabupaten Alor yang belum terungkap sampai sekarang.

6. Laporan Demas Mautuka.
7. Laporan pak Dony Menase Mooy
8. Laporan dugaan ijazah palsu kades Kayang Pantar Barat Laut. Dan sekelumit laporan penggunaan dana desa yang masih belum tertangani sampai sekarang.

Sedikitnya ada 10 kasus yang mandeg, yang kesemuanya itu melibatkan orang orang besar di tingkat Kabupaten Alor. Hal ini dipertegas oleh Lamboan, bahwa untuk menjaga citra penegakan hukum kedepan, Kapolres Alor yang baru harus menekan angka merahpenilaian terhadap proses penegakan hukum yang masih terjuntai itu.

Sebagai closing statement, Lamboan juga menyinggung beberapa ASN dan tokoh lainnya yang sudah curi start kampanye untuk Pilkada yang masih 4 tahun mendatang. Juga mengapresiasi bupati atas layangan surat tegurannya terhadap ASN yang sudah lakukan kunjungan ke daerah daerah.

Redaktur Bidik News