Di Sidoarjo, Denda Pelanggaran Operasi Yustisi Digunakan Untuk Penanganan CoViD-19

43

BIDIKNEWS.id, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo akan mempergunakan denda pelanggar protokol kesehatan CoViD-19 untuk penanganan CoViD-19. Hal ini disampaikan Achmad Zaini Plh. Bupati Sidoarjo saat melihat sidang operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan di gedung tennis indoor GOR Sidoarjo, Kamis, 24/09/2020.

Menurut Zaini uang denda pelanggar protokol kesehatan CoViD-19 akan masuk ke kas daerah, dan dapat dimasukkan sebagai BTT (Belanja Tidak Terduga) yang bisa digunakan sewaktu-waktu.

Ia juga menegaskan semua uang denda akan digunakan untuk percepatan penanganan pandemi CoViD-19 Seperti untuk pembelian masker, disinfektan, alat penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit, maupun untuk honor pengali makam korban Covid-19. Namun saat ini uang denda itu masih belum digunakan.

Advertise

Baca Juga

Kombespol Sumardji, Kapolresta Sidoarjo dalam kegiatan itu juga menyampaikan jika kurang lebih ada 733 orang pelanggar protokol Covid-19 yang disidangkan hari ini. Pelanggar berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaannya juga diatur bergilir untuk menjaga protokol kesehatan Covid-19.

“733 pelanggar akan kita sidangkan sampai selesai, waktunya kita gilir, jam sekian Polsek A, jam sekian Polsek B, jam sekian Polsek C, jadi pelaksanaannya nanti sampai sore dan tidak melanggar protokol kesehatan,” ungkap Sumardji.

Ia menjelaskan sidang tindak pidana ringan penerapan protokol kesehatan kali ini merupakan sidang yang terjadwal dan akan dilaksanakan tiap hari Kamis di GOR Sidoarjo. Sidang di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 akan tetap dilaksanakan di beberapa titik operasi yang berpindah-pindah tiap hari Senin.

Sejak pelaksanaan sidang di tempat mulai tanggal 14 September, petugas gabungan sudah menjaring 345 orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Baik pelanggaran perorangan maupun badan usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sedangkan total uang denda yang didapat sampai saat ini mencapai Rp. 75 jutaa.

“Total yang kita dapatkan kurang lebih ada 75 juta mulai tanggal 14 sampai dengan kemarin, belum terhitung sidang yang terjadwal seperti saat ini,” ucapnya.

Laporan : Biro Jatim _ Kuswanto
Editor : Redaktur Bidik News