Dialog dan Bukber PERSMA Membuka ruang Rekonsiliasi 3 Ormawa Alor Makassar

10
Foto, Doc: PERSMA

Makassar, bidiknews.net

Persatuan Mahasiswa Alor (PERSMA) NTT Makassar kembali menggelar acara Buka Puasa Bersama dirangkaikan dengan dialog dengan tema “Rekonstruksi Organisasi Mahasiswa Alor yang Majemuk”. Hadir sebagai pemateri, Tokoh dan Orang Tua Alor – Makassar; Jou Yatsir Tonung, S. Sos.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25/5/19 ini merupakan program Tahunan PERSMA. “Buka puasa bersama yang di inisiasikan oleh PERSMA ini tujuannya adalah sebagai upaya rekonsiliasi lembaga lembaga kemahasiswaan asal Alor di Makassar” ungkap Ketua Umum PERSMA, Suhardi Karim Gorang, S. Pd
“Taramiti Tominuku”, sesuai dengan jargon PERSMA, acara ini dimotori oleh keluarga Kristen yang juga Mahasiswa Alor. Upaya ini dipertahankan sebagai falsafah Plural leluhur Alor yang mesti dilestarikan.
Karena Alor adalah Masyarakat yang majemuk, kegiatan kegiatan seperti ini harus terus di galang. Acara Kristen, Ummat Islam yang Panitianya, begitu juga sebaliknya” Ujar Hamsah Epikorus Asakameng, selaku Koordinator kegiatan.

Kanan ke kiri: (Bapak Jou Yatsir Tonung, Jafar Saleh Tonung, Drs. Dominggus Balol)

Turut diundang 3 organisasi Kab. Alor di Makassar; Ikatan Pelajar Mahasiswa Baranusa (IPMABA), Persatuan Pemuda Pelajar (PERSPEMP) Dulolong dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Nuha Nebo (HIPMAN). Namun HIPMAN berhalangan hadir. Orang tua dan tokoh Masyarakat Alor yang juga menyempatkan hadir; Drs. Dominggus Balol, Djafar Saleh Timung dan pemateri Jou Yatsir Tonung.
Kegiatan berlangsung khidmat, peserta menikmati materi dengan tenang dan penuh perhatian.  Membuka dengan Falsafah Alor, Pemateri memaparkan kemajemukan kearifan lokal yang ditemukan di Alor. Menurut Pak Jou, sapaan pemateri, Semua daerah di Alor memiliki Falsafah dan impian masing masing

“Lewo piring sina, semboyan nenek moyang Baranusa yang artinya Kampung/Negeri seperti Mangkok China. dan Tanahnya bagai Porselin Jawa” lanjut Pak Jou, 

“Bahasa itu adalah impian orang tua terdahulu akan sebuah bangsa yang indah, gambarannya adalah mangkok China, indah, cantik modelnya. Dan Porselin Jawa yang juga adalah gambaran keindahan, kedamaian dan ketentraman” tutup Pak Jou.