Dialog PERSMA Tentang Miras. Gubernur NTT dinilai Galang Pemilih Muda di 2023

10

Makassar, bidiknews.net

Menjelang Musyawarah Besar (MUBES) ke VII Persatuan Mahasiswa Alor (PERSMA) NTT Makassar, Panitia Mubes mengadakan Bazar Warkop dengan rangkaian Dialog yang bertemakan “Miras dan Kebijakan Pemprof NTT 2019″ pada Sabtu, 13/07/19.
Dialog yang diadakan di Warkop Cafe Taman Perintis Jl. Perintis Kemerdekaan X Tamalanrea Makassar itu dihadiri oleh berbagai Organisasi Kepemudaan. Tiga pemateri dengan latar belakang berbeda diundang untuk mempreteli kebijakan Pemprof NTT soal pelegalan Miras dari sudut pandang pengetahuan masing masing pemateri.
Pemateri pertama, Salah satu pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Makassar. Pemateri kedua, Muhammad Arsyad. S. KM., M. Si, membahas dari sudut Pandang Kesehatan dan Antropologi budaya, pemateri ke 3, Sya’ban Sartono, membahas dari pendekatan Sosiologis.
Silang pendapat mewarnai diskusi sampai pada detik akhir. Namun di Akhir kesimpulan dialog peserta menandatangani secara simbolis Akta Penolakan terhadap kebijakan tersebut.
Closing statemen dari ke 3 pemateri menyimpulakan untuk menolak kebijakan pelegalan miras, sebab kebijakan yang tidak berpayung hukum akan menjadi tidak teratur dalam pelaksanaannya. Tidak ada Perda tentang kadar, batasan usia pembeli, boleh dijual oleh siapa dan sebagainya tidak ada. Yang ada hanya pemprof membangun narasi saja.
“Dinilai dari segi manapun tertolak, sebab soal budaya, budaya di NTT itu miras dengan jenis lokal, masih diolah tradisional dan tidak melewati proses mesin” ucap Sya’ban dalam materi ke tiganya.

Soal alasan income, Sya’ban menyebutkan, ada indikasi Kebohongan.
“Bisa jadi ini hoax, hoax soal pendapatan ini masuk ke kas Daerah. Karna tidak ada aturannya, kalau masuk ke kantong pribadi kan juga bisa, karna tidak ada aturan yang mengatur itu”. Lanjut Sya’ban.

Advertise

Baca Juga

Dari 50 peserta dialog, 43 diantaranya mengisi Penandatanganan Penolakan Kebijakan Pemprof NTT soal Pelegalan miras di akhir penutupan dialog. Dialog ini juga  adalah reaksi dan tanggapan PERSMA terhadap isu kedaerahan yang juga akhir akhir ini hangat diperbincangkan sampai pada level nasional.
“Kami selalu berusaha menjadi bagian dari pembangunan NTT kedepan, oleh karnanya, isu seperti ini kami kaji dari, agar bisa menjadi argumentasi atau bahkan pengetahuan kami untuk bisa menyampaikannya ke Pemprof” ungkap Ketua PERSMA, Suhardi Karim Gorang.

Citizen Report: Ishak