Dipasang Tanpa Nota, Tidak Diberikan ID Pelanggan. Meteran Air dicabut PDAM Gowa Tanpa Pemberitahuan

449

BIDIKNEWS.id, Gowa – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa sesalkan buruknya sistem pelayanan di tubuh Perusda yang beralamat di Jl. Tirta Jeneberang Somba Opu ini.

Ditemui Bidik News di kantor PDAM Gowa, Senin, 30/08/2021, warga tersebut mengaku kaget, lantas meteran air yang baru saja dipasang di rumah barunya tersebut hilang. Setelah ditelusuri ternyata meteran tersebut dicabut pihak PDAM Tirta Jeneberang Gowa.

Ia menjelaskan meteran tersebut dipasang beberapa bulan yang lalu, hingga saat ini ia belum menggunakannya dikarenakan rumah yang baru saja dikerjakan tersebut belum layak untuk ditempati sehingga meteran tersebut belum dioperasikan samasekali.

Advertise

Kronologis kejadian menurut pelanggan ini, di Hari Jum’atat ia merapihkan sisa sisa pembangunan rumahnya, lantas ia menemukan meteran air yang sudah tercabut dari instalasi pipanya, mulanya ia mengira dicuri orang, namun setelah menelephon pihak PDAM ternyata terkonfirmasi dicabut.

Kepada Bidik News ia mengaku sejak awal dipasang oleh PDAM, Pihaknya tidak pernah menerima nota pembayaran, ia membayar Rp. 3 juta tanpa ada kwitansi bukti pembayaran dan pemberitahuan lainnya terkait ikatan dia sebagai pelanggan dengan pihak PDAM Gowa.

Ia lantas kaget, ketika tahu bahwa meteran miliknya dicabut PDAM tanpa pemberitahuan apa apa. Sebagai pelanggan baru, yang memang belum menggunakan meteran tersebut, ia tidak tahu menahu terkait pembayaran biaya beban yang dipersyaratkan.

“Bagaimana caranya saya mau bayar jika ID Pelanggan saja saya belum terima, sudah hampir 4 bulan ini tidak ada informasi apa apa main cabut saja.” Terang pelanggan tersebut.

Pihak PDAM yang dikonfirmasi mengaku jika telah bersurat ke pelanggan tersebut terkait peringatan dan perintah pencabutannya. Namun dibantah oleh pelanggan dikarenakan beberapa bulan terakhir ia selalu berada di rumah yang persis bersahutan tembok dengan rumah beru tempat pemasangan meteran tersebut.

Ironinya menurut penjelasan bagian pengaduan, surat tersebut biasanya disimpan dibawah pintu atau pagar pelanggan.
“Biasanya disimpan dibawah pintu itu pak, perhatikan Baek baekki”, terang pelanggan menirukan penjelasan salah satu pegawai bagian pengaduan.

Menanggapi penjelasan pihak PDAM, ia menegaskan bahwa pihaknya selalu saja berada di rumah, namun tidak pernah ada yang menerima surat apapun, bahkan tukang yang kerja di rumah baru tersebut tidak tahu menahu soal kronologi pencabutan meteran tersebut.

Ia juga menyebutkan jika petugas catat meteran air selalu ia temui, namun tidak ada pemberitahuan bahkan penjelasan apa apa, petugas tersebut hanya menyampaikan bahwa meterannya masih nol (0).

Laporan : M. Fahri _ Biro Gowa
Editor : Redaktur Bidik News