Disentil Soal Pengumpulan uang untuk dapat Bantuan, ini tanggapan Kades Aimere Timur

116

Ngada, bidiknews.net – Sebelumnya, beredar isu Kepala Desa Aimere Timur, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada meminta sejumlah biaya dari warga desa untuk mendapat bantuan berupa beras sebanyak 9 Kilo gram dengan harga Rp 50.000.

Muhammad Fadaullah, S.Sos. Salah satu aktivis mahasiswa asal Desa Aimere ikut menanggapi perihal ini,
Menurutya, Pemerintah Desa Aimere telah melakukan “Abuse of Power” (Penyalahgunaan kekuasaan, dalam bentuk penyimpangan dalam jabatan) dengan memanfaatkan Masyarakat Desa untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Lanjut Fadaullah,
“Warga dipungut biaya Rp. 50.000 untuk mendapatkan bantuan beras sebanyak 9 Kilogram, sementara sekarang kita lagi dilanda corona yang mewabah di seluruh dunia, terus uang dana desa itu tidak bisa di manfaatkan ko “Eja” (Panggilan gaul_Red), terus uang banyak-banyak dari Dana Desa dan ADD tu untuk apa? Kok musti dalam kondisi seperti begini harus minta lagi ke masyrakat?”, Bebernya.

Advertise

Baca Juga

Fadaullah yang juga adalah Ketua Aliansi Pemuda Peduli NTB ini mengatakan, di tengah-tengah kondisi kampung halaman yang warganya panik atas wabah yang mematikan ini, pemerintah seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi yang baik, minimal memberikan bantuan secara manusiawi atas inisiasi anggaran dari desa.

“Seharusnya Kades ini harus peka dengan keadaan, keadaan seperti begini tu dia harus punya inisiasi untuk memberikan bantuan”, tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Aimere Timur, saat diminta tanggapan via telepon seluler pada Senin, 20/04/2020, terkait aspirasi yang di sampaikan warganya ditengah pendemic CoViD-19 dengan polemik bantuan berupa beras 9 Kg, ini tanggapannya;

“Saya tadi juga sudah telpon langsung dengan pihak pertama tadi, (Muhammad Fadaullah_Red), sy minta dia juga untuk klarifikasi kembali di media atas apa yang kami sampaikan ini. Saya mau jelaskan bahwa beras 9 Kilo yang di berikan ke Masyarakat dengan biaya Rp 50.000 itu bukan bansos, tapi itu beras subsidi dari pemerintah, yang di peruntukkan kepada Masyarakat seharga Rp 5000 per kilo, sedangkan untuk pemerintah desa sebesar Rp 4000 per kilo’.

Lanjut Beliau, “Dengan rumus begini, pemerintah kasi makan Masyarakat selama 1 bulan dengan hitungan per harinya sebanyak 314 gram. Jika di kalikan selama 30 hari maka larinya sampai 9 kilo. Jadi Pemerintah desa mintanya Rp. 47.100, dari 9 kilo yang ada, jadi yang 50 ribu itu kalo masyarakat kasi yah karena iklas ya kami terima, atau menghargai kerja pemerintah ya bisa kasi bulat lima puluh. Tapi lagi-lagi dari pemerintah desa minta nya Rp. 47.100” tegasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi terkait Bantuan jenis apa yang dimaksud Kades, apakah Raskin atau bantuan yang diberikan kepada terdampak CoViD-19.

Laporan : Biro NTT_Abdullah S. Leky, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News