DPRD Manggarai Sebut Perhatian Deno- Madur Untuk Satar Mese Raya Sangat Tinggi

437

BIDIKNEWS.id, Manggarai– Adrianus Nanggur, S.Sos Anggota DPRD Kabupaten Manggarai fraksi Nasional Demokrat (NasDem), menyebutkan Perhatian Deno- Madur Untuk Satar Mese Raya Sangat Tinggi. Hal tersebut menjadi alasan Partai NasDem mendukung penuh paket Deno-Madur pada Pilkada 2020.

“Nasdem mengambil sikap untuk mengusung paket DM bukan semata-mata karena pak Victor Madur adalah ketua Partai Nasdem. Lebih dari itu, Partai Nasdem oleh dewan pimpinan pusat memberi dukungan kepada paket ini berdasarkan kinerja yang dilakukan oleh Paket DM selama 4 tahun terakhir,” ungkap Nanggur dalam orasi politiknya saat kampanye paket DM di Nangka, desa Terong Kecamatan Satar Mese Barat pada Minggu (15/11/2020) kemarin.

Anggota Dewan yang berasal dari Desa Cambir Leca itu menjelaskan, wujud nyata dari pada mengelola APBD yang dirumuskan dalam berbagai kebijakan telah diketahui dan telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Manggarai.

“Yang kita rasakan secara langsung selama ini misalnya ada Jalan raya, air minum bersih, Irigasi, pengembangan jaringan listrik, bantuan pembangunan Rumah Layak Huni untuk rakyat miskin. Semua kita kehaui,” Ungkap Dewan yang akrab disapa Ardis itu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasdem Kecamatan Satar Mese Barat itu menjelaskan, dari sekian banyak kerja nyata Deno-Madur selama ini, masih ada yang belum tuntas atau belum selesai. Oleh karena itu, kata Dia, perlu ada kesinambungan periode kepemimpinan orang yang sama, agar kelanjutan proses pembangunan itu berjalan dengan baik.

“Kemudian selain yang terlihat oleh kasat mata, berkat prestasi mereka selama ini banyak hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh negara kepada Kabupaten Manggarai,” kata Ardis.

Bahkan menurut Ardis, ada yang secara nyata diberikan oleh pemerintah pusat melalui uang. Uang tersebut hadiah atas Raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan oleh BPK RI kepada Kabupaten Manggarai.

Menurutnya, BPK tidak asal menilai tetapi mereka yang mengkaji dan mencari tahu tentang proses pengelolaan keuangan, kebijakan anggaran dan mengevaluasi hasil dari pada pembangunan itu sesuai dengan kententuan undang-undang. Karena bagus maka diberikan penilaian yang baik atau WTP.

“Tetapi uang tersebut bukanlah untuk pribadi pak Kamelus atau pak Viktor tapi untuk masyarakat Manggarai. Misalnya untuk tambahan penghasilan guru honorer atau yang lainnya. Semuanya untuk rakyat,” lanjut Ardis.

Sementara untuk konteks pembangunan di Satar Mese, anggota komisi C bidang pembangunan Itu menjelaskan, mencermati proses penganggaran yang dilakukan oleh Deno-Madur selama ini. Peredaran pembangunan itu bersifat adil sesuai dengan asas kebutuhan masyarakat pada setiap kecamatan.

Sebab lanjutnya, kebijakan yang diambil oleh paket Deno-Madur selama ini, bukanlah sistem disparitas pembangunan atau perhatian lebih terhadap satu kecamatan dibanding dengan Kecamatan yang lainnya.

“Bukanlah karena dia berasal dari Cibal lalu perhatiannya ke Cibal saja. Atau karena dia dari Dalo maka perhatian hanya ke Kecamatan Ruteng saja. Tetapi segala aspek yang dilihat, termasuk Satar mese ini. Sebab kurang lebih 60% sumber ekonomi kabupaten Manggarai berasal dari Satar Mese raya ini,” jelasnya.

Ardiz mengungkapkan, terlalu banyak yang telah dibangun oleh DM di Satar Mese, misalnya Puskesmas Pong Geok, Puskesmas Iteng, Puskesmas Dintor. Sementara banyak juga pada infrastruktur jalan raya seperti Lapen atau Hotmix. Bahkan kata dia, untuk irigasi Satar Mese raya mungkin mendapatkan anggaran lebih banyak daripada kecamatan lain sebab banyak lahan persawahan di wilayahnya itu.

Karena itu, tambahnya, dari sebagai anggota legislatif perwakilan Satar Mese dirinya mengajak seluruh masyarakat Satar Mese Raya. Untuk kembali mendukung paket DM demi melanjutkan pembangunan 5 tahun mendatang.

“Mari kita satukan tekad, satukan pilihan. Pada tanggal 9 Desember Mari kita menangkan paketnya DM di Satar Mese Raya. Jika ada orang yang datang mengumbar janji-janji maka itu hanyalah sebuah khayalan. Apalagi jika janji yang disampaikan tidak masuk di akal,” kata Ardis disambut dengan tepuk tangan meriah oleh massa pendukung yang hadir.

Lanjut yang menguraikan, dari tiga partai pengusung yaitu PAN, NASDEM dan Demokrat, memiliki tiga perwakilan dari satarmese yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai. Oleh karena itu sebagai jembatan aspirasi dari rakyat tiga anggota dewan itu tidak mungkin ingin membawa daerah pilihannya ke arah yang tidak benar. Sedangkan jalan yang benar untuk kemajuan Manggarai itu berada pada paket Deno-Madur.

“Ingat, Ende Ema, Ase kaen, ini bukan pilih suku atau golongan karena asal kampung. Bukan pilih tu’a golo, ini pilih Bupati untuk seluruh Kabupaten Manggarai jadi kita melihat orang yang mampu dan bisa mengemban tugas besar dan itu ada pada DM,” tutup Ardis.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama dalam orasi politiknya calon Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus. SH,MH menyampaikan, Raihan penghargaan dan banyaknya pembangunan yang telah dibuat tidak dicapai begitu saja tetapi butuh kerjasama segala pihak, baik DPRD maupun pemerintah.

Khusus untuk raihan Opini WTP dari BPK RI, kata dia, mesti dicek semua proses administrasi keuangan.

“Dari a sampai z di periksa, misalnya begini, apa yang kamu beli, mana buktinya dan mana bukti fisik atau realisasinya,.semua dicek satu persatu secara detail,” kata pasangan calon wakil bupati Drs. Viktor Madur itu.

Manggarai di bawah kepemimpinan Deno-Madur, jelas Deno, tidak ada uang yang ditemukan kemudian digunakan tanpa alasan jelas. Bahkan Manggarai juga mendapatkan penghargaan dari KPK RI terkait pencegahan korupsi yang baik.

“Sehingga tidak salah, jika tidak ada Kepala Dinas yang masuk penjara. Tidak ada juga kepala desa yang masuk penjara, karena kita kontrol dan berupaya untuk mencegahnya,” kata Deno.

Sementara untuk Satar Mese raya, kata dia, dari tahun ke tahun pemerintah memang menganggarkan dana yang cukup besar sebab selain cakupan wilayah cukup luas, Satar Mese juga memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.

“Bapa ibu, sudah tidak zamannya lagi kita membicarakan ego sektoral atau ego wilayah. Asal Kampung dan asal suku atau asal keturunan dan lain-lain. Kita memasuki era modern, kita hanya satu sebagai daerah Manggarai. Dan perhatian pemerintah tidak boleh beda antara Kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Itu dilakukan Deno-Madur.

Deno pun menjelaskan terlalu banyak upaya dan cara-cara cara untuk menipu rakyat dan memanipulasi tentang kemajuan yang ada di Manggarai saat ini, karena itu masyarakat Manggarai untuk cerdas menilai.

“Saya meminta masyarakat Manggarai, terutama yang ada di Satar Mese ini, jangan mudah percaya dengan janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pintanya.

Kegiatan kampanye terus dilanjutkan dengan dialog dengan masa pendukung yang hadir. Nampak, masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti kampanye terbatas itu.

Selain Kampung Nangka, ada juga dua tempat lain yang menjadi titik kampanye Paket DM yakni Keka, desa Ceka Luju dan Pongpahar Desa Hilihintir kecamatan Satar Mese Barat.

Pantaun media ini, pada setiap titik kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Deno-Madur selalu diterima dengan tata cara budaya Manggarai yaitu Tuak Curu, Kapu dan reis.

Meski di kawal oleh pihak kepolisian karena takut adanya gangguan dari kelompok yang tidak bertanggung jawab tetapi umumnya seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

Laporan: Biro NTT_Nardi Jaya