Dugaan Penipuan Terhadap Pasutri Tuna Netra, Kuasa Hukum AM Angkat Bicara

1656

BIDIKNEWS.id, Nganjuk - Bambang Sukoco, kuasa hukum AM, angkat bicara terkait dugaan yang menimpa kliennya bahwa telah melakukan penipuan terhadap pasutri tuna netra.

"Ini sudah viral. kami sudah memenuhi panggilan mulai pagi jam 09.00 WIB sampai 17.30 WIB, ada 34 pertanyaan selama 9 Jam," tutur Sukoco saat ditemui di Mapolres Nganjuk, Jumat (19/2/2021).

Bambang juga mempersilakan penyidik atau pihak Kepolisian untuk menyelidiki dugaan tersebut. "Kalau polisi yakin ada penipuan, ya silakan kita buktikan nanti di pengadilan. Yang pasti kita kooperatif sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan," kata dia.

Bambang mengingatkan, tindak pidana seperti penipuan, harus memenuhi dua alat bukti yang jelas. "Alat bukti bukan kesaksian, 100 saksi itu dihitung satu alat bukti. Dalam hukum pidana, alat bukti harus lebih terang dari cahaya," ujar dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Nganjuk, Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan, saat melakukan konferensi pers, membenarkan ada penyidikan di Unit Pidana Umum (Pidum) mengenai pemeriksaan 5 orang sebagai saksi.

"Memang hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, kami mohon maaf tidak bisa memastikan, biarkan penyidik kami mendalami pemeriksaan secara bertahap kepada para saksi," ungkap Nikolas

Disinggung terkait ada keterlibatan pihak-pihak didalam masalah ini, Nikolas mengatakan, akan melakukan gelar perkara terhadap objek tanah dilingkungan Desa terkait.

"Pasti akan kita lakukan gelar perkara, kalau di situ ada kepastian hukum, kami akan mengembalikan hak-hak korban dan melindungi korban dengan memberikan upaya perlindungan hukum," katanya.

Sebelumnya, pada Senin 15 Februari lalu, Pasutri tuna netra, bhukori dan Aziz rahyu, warga Dusun Patran, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjung Anom, melaporkan AM ke Mapolres Nganjuk.

AM dilaporkan terkait transaksi jual beli aset milik pasutri tuna netra, yang mana aset tersebut kemudian dibalik nama oleh AM dan dijual ke pihak lain tanpa sepengetahuannya.

 

Laporan: Biro Jatim_Kusno