Fakta-Fakta Miris Pembangunan Tambatan Perahu dan Terminal di Manggarai Timur

530

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng menemukan fakta-fakta dan kejanggalan mengenai pembangunan proyek Tambatan Perahu di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yoni P. Artanto, Kepala Kejari Ruteng melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Sendhy Pradana, dalam keterangannya kepada Wartawan, mengatakan, pihaknya menemukan ketidakberesan proyek yang dibangun pada masa Bupati Yoseph Tote dan Wakil Agas Andreas tahun 2012 silam.

"Kami sudah ke lokasi dan menemukan fakta yang sangat memprihatinkan. Sejak tambatan perahu itu dibangun, tidak ada satupun kapal atau perahu yang sandar. Kondisi bangunan pun sudah banyak yang rusak," tandas Sendhy.

Sementara itu, di Kembur, Kecamatan Borong, terdapat bangunan terminal dengan dana yang bersumber dari APBD II Matim tahun 2014. Pantauan Bidik News belum lama ini, tampak bangunan tidak terawat bahkan kabarnya, proyek tersebut hingga kini belum di PHO oleh Dinas terkait.

Diketahui, proyek tambatan perahu dengan pagu Rp 1.627.923.000 yang dikerjakan oleh CV Wae Loseng dan Terminal Kembur dengan pagu sebesar Rp 1.177. 864.000 dikerjakan CV. Eka Putra itu, menyeret beberapa nama pejabat salah satunya Fansi Jahang yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Matim selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu.

Selain Fansi Jahang, beberapa nama lain yang turut bertanggung jawab yakni Mantan Sekretaris Perhubungan, Nikolaus Tatu yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan perwakilan rakyat (Sekwan) Matim.

Ditanya soal keterlibatan Mantan Bupati Yoseph Tote dan Wakil Bupati Agas Andreas, pihaknya menegaskan, sepanjang dibutuhkan dan yang bersangkutan ada kaitannya dengan hal-hal yang sedang didalami, pasti yang bersangkutan akan diundang juga.

 

Penulis/Editor: Nardi Jaya