Geger! Tanggapan Keras Mahasiswa Asal Alor Lewat Surat Kepada Gubernur NTT Soal Miras

4

Oleh : Harianto Fernandes
Tulisan dari Putra NTT kepada Tuan Gubernur NTT yang Dihormati Bapak Victor Laiskodat
Baru-baru ini Kampung kami tercinta(Alor) digegerkan dengan ide Istri bapak yang tercinta (Ibu Julie Laiskodat) yang dimana idenya “akan menjadikan Minuman Keras Moke, Sopi dll sebagai sumber pendapatan Prov. NTT.
Dan kami sangat yakin bapak pasti mengetahui ide tersebut,dan lebih mencengangkan lagi ternyata Bapak didukung oleh Kapolda NTT juga berkehendak akan melegalkan Miras dan beranggapan bahwa Moke, sopi dll bukan termasuk minuman oplosan dengan itu dibolehkan menurut bapak Kapolda NTT.
Dan dari sinilah awal mula timbulnya Pro dan Kontra dikalangan Masyarakat NTT, mereka yang mendukung mengatakan kalau moke, sopi dll adalah bagian dari Adat, sedangkan mereka yang Menolak sudah jelas dengan pasti memiliki Argument yang kuat dari berbagai sisi,dan yang mengatakan Moke, sopi dll adalah bagian dari Adat Orang NTT maka tolong dijawab, adat itu darimana?. Dan Perlu diketahui bahwa kata Adat itu berasal dari Bahasa Arab yaitu dari kata  عاد – يعود – عدة  yang artinya Kebiasaan yang terus menerus baik itu kebiasaan baik ataupun buruk.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut apabila sejalan Dengan Nilai-Nilai agama maka tentu akan mendapatkan dukungan dari pemuka Agama dan seluruh Lapisan masyarakat, adapun kebiasaan-kebiasaan Buruk maka pasti kita akan menemukan pertikaian pendapat antara Pemuka Agama, para tokoh masyarakat yang mengikuti aturan agama dengan para pengikut Nafsu-nafsu Syaitan yang Durjana yang mendukung Kerdurhakaan dan Kedurjanaan perbuatan Syaitan tersebut.
Dan kami sangat yakin jikalau bapak beserta jajaran merupakan orang-orang yang paham dengan aturan Agama khususnya agama Kristen yang dianut oleh bapak, dan apabila bapak melirik sedikit didalam Al-Kitab (Injil) pasti bapak akan menemukan jawabanya, dan kalau dilihat didalam Al-Qur’an serta Hadist-Hadist pasti jawaban tentang larangan minuman keraspun berderet-deret banyakya.
Dari itu kami kutip beberapa larangan dari Kitab Suci ummat Islam (Al-Qur’an) dan kami kutip juga dari Kitab Ummat Kristen (Injil) muda-mudahan bapak beserta jajaran dapat meninjau kembali perencanaan dilegalkannya Miras tersebut.
Dua Agama besar didunia melarang Miras.
Mau bukti.?
1.Agama Islam:
-يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr (Minuman keras), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu di dalam (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allâh dan shalat; maka tidakkah kamu berhenti (dari mengerjakan perbuatan itu)?! [Al-Mâidah/5: 90-91]
وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Tidaklah seseorang yang minum khamr, sementara ketika meminumnya, dia sebagai seorang Mukmin. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallah anhu]
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ
Dari Abu ad-Darda’, dia berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad ) Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiat kepadaku, “Jangan engkau minum khamr, karena ia adalah kunci semua keburukan.”
[HR. Ibnu Mâjah].
2.Agama Kristen:
“Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras.
 [Yesaya 5:22]
“Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. [Amsal 20:10]
“Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin.”
[Amsal 23:20-21]
“pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.[Korintus 6:10].