GEPMAR geruduk Kantor Dishub Gowa. Ini tuntutannya

150

Gowa, bidiknews.id – Maraknya razia yang diduga ilegal dilakukan oleh oknum Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa membuat GERAKAN PEMUDA DAN MAHASISWA MAKASSAR (GEPMAR) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan Gowa di pada 03/08/2020.

Dalam aksi ini, mereka meminta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa untuk bertanggung jawab terkait tindakan yang dilakukan oleh anggotanya. Sebagaimana disebutkan oleh Ardi, hal ini sering terjadi pada razia penertiban kendaraan yang terjadi di jalan Poros Malino Bili-bili pada beberapa waktu lalu.

Imam Hardiansyah mencatat, pada tanggal 12/07/2020 lalu sekira pukul 10:00 s/d 12:00 wita di beberapa titik seperti Jl. Poros Pattalassang, Bilaya, Japing, Poros Malino PKG, Malallang.
Dalam razia tersebut, Dishub Gowa terlihat tidak melibatkan aparat kepolisian.

Advertise

Baca Juga

Menurut Ardi, sapaan Imam Hardiansyah, Dishub Gowa hanya mempunyai kewenangan penegakan hukum melalui tilang di terminal dan itupun harus didampingi Polantas, Sebagaimana dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 262 ayat (2), kewenangan petugas Dinas Perhubungan secara umum hanya dilaksanakan di Terminal.

“Sudah banyak mobil yang ditahan, bahkan salah satu pengguna jalan yang ditilang terpaksa mengeluarkan sejumlah uang untuk menyelesaikan proses tilang tersebut, bahkan kami dikasih bayar izin trayek, berkali kali saya telpon yang tilang ka pak untuk mempertanyakan kejelasan penilangan nya tapi tidak pernah dia angkat telpon ku. Ternyata baruka juga tau izin trayek saat ini tidak ada di Kabupaten Gowa saking lucunya ada aturan budget penilangan tawar menawar” Ungkap Ardi.

Dengan tegas saya meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Perhubungan Gowa untuk mengambil sikap terkait hal tersebut.

‘’Apabila kami mendengar adanya laporan razia ilegal yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Gowa dari warga atau pengguna jalan, atau kami dapatkan di lapangan secara langsung razia ilegal maka kami akan melakukan unjuk rasa dengan volume massa yg lebih besar bersama warga dan sopir-sopir truk dan lapisan Masyarakat lainnya.” Ujar pengunjuk rasa.

“Intinya harus hentikan razia ilegal di Kabupaten Gowa, kasihan warga dan pengguna jalan sudah banyak yg resah. Mereka merasa sangat ditindas dengan oknum dishub gowa atau anggota LLAJ yg melakukan razia ilegal. Seharusnya ketika ia ingan melakukan atau menegakkan hukum harus sesuai dengan aturan hukum.” Tutup Imam yang juga selaku kader GERAKAN PEMUDA DAN MAHASISWA MAKASSAR (GEPMAR).

Laporan : Citizen Report
Editor : Redaktur Bidik News