Gerakan #Sepikan Malam Tahun Baru berhasil 70 Persen di Makassar

10

Makassar, bidiknews.net
Pengakuan warga Gowa dan Makassar terkait Omset penjualan Mercun/Petasan di Penghujung pergantian tahun kali ini.
Dari 50 Penjual Mercun/Petasan yang berhasil diwawancarai, kesemuanya mengaku merasa rugi di penghujung pergantian tahun 2018 ini. Bahkan sangat menurun drastis dari tahun sebelumnya. 

Dan, ke-44 penjual mengaku pengaruhnya adalah karna ada kebijakan pemerintah Provinsi Sul-Sel dan Walikota Makassar terkait serba serbi tahun baru, yakni dilarangnya pesta kembang api dan Petasan. 

Ke-40 penjual ini sepakat dengan kebijakan tersebut, bahkan sangat mendukung.
6 diantaranya mengaku kalau kurangnya pembeli pada tahun ini dikarenakan susahnya perputaran ekonomi masyarakat di penghujung tahun 2018, sehingga minim pembeli. Dan 4 sisanya lagi hanya diam, namun menyetujui terkait kurangnya peminat di penghujung tahun ini.

Sebelumnya, diketahui bahwa Pemerintah kota Makassar dan Gubernur Sulawesi Selatan mengeluarkan himbauan agar Masyarakat kota Makassar dan Sekitarnya, agar tidak melakukan kegiatan uura hura dengan pesta kembang api dan mercun/petasan.

Selain karena maklumat Pemerintah, ada gerakan tagar (tanda pagar) “#SepikanMalamTahunBaru” yang dilakukan oleh beberapa komunitas NGO Muslim di Makassar.
Gerakan #SepikanMalamTahunBaru ini secara serempak diikuti oleh Masyarakat, tidak ada inisiator, tidak ada koordinator, berjalan seiring viralnya gerakan itu di sosial media.

Klik tautan ini untuk tonton 3 Vidio hasil wawancara malam tahun baru sebagai bahan perbandingan.