Gubernur (bermulut) Monyet tak Layak Memimpin Manusia

BIDIKNEWS.id, Opini – Gubernur bermulut monyet tidak layak memimpin Manusia. Pilihan judul yang sesuai dengan kondisi dan karakter seorang pemimpin seperti Victor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selalu tampil kontroversi di publik.

Rekaman video hardik “Monyet” ini sepertinya ditujukan kepada Umbu Maramba Hawu, tetua Adat Marapu Sumba dalam kunjungan Victor soal tanah. Dalam video tersebut, terlihat Viktor dan rombongannya duduk di kursi. Di depan rombongan itu, duduk juga Umbu Maramba.

Perdebatan terjadi lantaran tanah yang menurut Victor milik Pemerintah Provinsi tersebut hendak dibangun untuk hajat hidup masyarakat seputar. Namun menurut Umbu Maramba, pemerintah harus menghargai tanah ulayat. Menurutnya, gubernur tidak boleh memberikan tanah tersebut ke pihak lain.

“Saya tidak melawan pemerintah, tidak melawan Gubernur karena itu sudah aturannya. Tetapi kita sebagai manusia yang tahu, berarti kita harus menghargai hak ulayat. Kita harus menghargai karena ini sudah ada di dalam aturan, itu saja,” kata Umbu dalam video tersebut dikutip Kamis (2/12).

Karena Karakter bak Koboi dan Preman ini, Viktor pernah ditegur Komnas HAM saat pengosongan lokasi tanah adat di Besipae yang juga saling berhadap-hadapan antara aparat dan masyarakat adat, hingga berujung pada kekerasan terhadap masyarakat yang dilakukan aparat atas perintah Pemprov, mengeksekusi tanah adat.

Dalam tayangan Vidio durasi 1 menit 31 detik ini, Viktor mengancam akan memenjarakan Umbu dan masyarakat adat jika tak patuh dengan pemerintah.
“Datang omong supaya saya urus baik-baik buat kalian. Tetapi, kalau kalian berbeda dengan pemerintah supaya ganggu, kalian akan berhadapan dengan saya,” ucap Viktor.

“Saya gubernur, datang ke sini capek… monyet kau! Kamu pikir ini siapa?” Hardik Viktor. Sebagai Pemerintah, sosok dengan mulut binatang tidaklah pantas, karena sejatinya memimpin adalah mengayomi, memimpin adalah menghimpun, bukan menghardik.

Karena tak mampu pahamkan masyarakat lalu dihardik monyet, berarti Viktor tak punya kemampuan berbicara sebagai seorang Leader. Viktor memiliki keterbatasan wawasan. Jika menjadi Pemimpin saja tidak mampu oleh karena “Memonyetkan” Manusia, maka layakkah Gubernur memimpin Monyet???…

Singkat kata, “Gubernur bermulut monyet tidak layak memimpin Manusia”.

Penulis : Sya’ban Sartono Leky
Praktisi Hukum Pidana