Habiskan Anggaran 2,7 Miliar, Proyek Air di Desa Rana Masak Tidak Jelas

212

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– Masyarakat Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sesalkan kelangkaan kebutuhan Air Minum Bersih (AMB).

Hal ini ini disampaikan Maria (40) Masyarakat desa Rana Masak, saat dijumpai Wartawan di sumur lokasi timba air, Jumat (14/5) lalu.

Selain kesal, Dia juga merasa kecewa, dengan Kontraktor pelaksana yang hanya tau pasang pipa dan meteran.Tapi airnya sama sekali tidak jalan. Menurutnya, uang Negara dihabiskan sia-sia.

Mama Maria menceritakan, Dia bersama ibu-ibu lainnya harus bersusah payah. Untuk menimba air di sumur dan kadang harus menunggu antrian sampai pagi.

“Awalnya Kami berharap, dikerjakannya jaringan perpipaan dan pemasangan meteran. Memberikan harapan baru untuk masyarakat dalam keperluan air minum. Ternyata tidak,” tegas Dia.

Hal senada  disampaikan oleh Fransiskus Hada, Kepala Desa Rana Masak. Kepada Wartawan, Ia meminta dinas Pekerjaan Umum (PU) Matim dan Kontraktor pelaksana,  untuk secepatnya menuntaskan pekerjaan.

“Percuma, hanya dipasangkan meteran sementara airnya tidak jalan. Kebutuhan mendasar kami bukan meteran, tapi air”, tandas Dia.

Kades Frans juga menerangkan, langkahnya kebutuhan air minum bersih menjadi masalah yang sangat serius di Rana Masak.

“Apalah artinya, anggaran milyaran rupiah dihabiskan sia-sia. Sementara ibu-ibu harus rela, kembali ke kebiasaan lama, menimba air sumur dan menunggu antrian sampai pagi”, ucap kades Frans.

Dia meminta untuk dinas PU Matim dan Kontraktor pelaksana agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan  yang ada.

Pantauan Wartawan di lokasi, terlihat ibu-ibu harus menimbah air sumur dengan antrian jerigen yang begitu banyak.

Terlihat juga meteran-meteran air minum dan Kran air yang dipasang didepan Rumah Warga. Ada 427 meteran yang sudah dipasang. Menurut Warga, semenjak dikerjakannya proyek itu, air hanya satu kali jalan. Tepatnya di tanggal 29 April.

Diketahui proyek pengembangan jaringan perpipaan yang menghabiskan anggaran 2,7 Milyar ini dikerjakan oleh PT. Arison Karya Pratama dengan Perencanaan CV. Bayu Pratama.

Proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, dengan kontrak awal kerja 9 September 2020 dan berakhir pada 18 Desember 2020. Dengan nomor kontrak 82.02.06/PPK.CK-DPUPR/IX/2020.

Pengerjaan proyek Air Minum Bersih (AMB), ini juga telah menjadi rekomendasi kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Matim. Dalam rekomendasi tersebut, DPRD meminta dinas PU kabupaten Manggarai Timur untuk secepatnya selesaikan proyek pengerjaan air minum bersih tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat.

Penulis/Editor: Nardi Jaya