Hadiri Ngopi Bareng Rocky Gerung, Pemuda ini Persoalkan Pendidikan politik Parpol kepada Rakyat

7
Makassar, bidiknews.net
Pengamat politik yang akhir akhir ini jadi trendsetter dikalangan masyarakat dan generasi milenial kembali hadir di Makassar dalam forum Ngopi Bareng Rocky Gerung dengan tema “Ngobrol politik bareng Rocky Gerung” pada Kamis, 31/01/19.
Acara yang berlangsung di gedung grahapena lantai satu ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari politisi, mahasiswa dan masyarakat umum. Bang RG sapaan akrab Rocky Gerung, ditemani oleh dua politisi dari partai yang berbeda; Ismail Bakhtiar dari Partai Keadilan Sejahtra dan Andre Arief Bulu dari Partai Gerindra. Keduanya juga adalah Narasumber.
Setelah ketiganya memaparkan materinya yang membuat kondisi forum responsif, Moderator pun membuka sesi tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab diberikan kesempatan bagi tiga penanya, Syaiful Ahmad dalam tanggapanya, Ia mengeluhkan tingkat partisipasi masyarakat pada pemilihan walikota makassar. Di tahun 2013 partisipasi masyarakat makassar mencapai 59% dan tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 57,2%. Data diambil dari komisioner KPU, Rahma Saiyed (7/7/18). “Ungkap salah satu anggota organisasi kepemudaan hidayatullah Sul Sel ini, yang juga merupakan pegiat komunitas teras literasi.
Lanjutnya, Ini adalah salah satu kegagalan parpol dalam memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat sebagaimana yang termaktub dalam UU no 2 tahun 2008, tentang kewajiban parpol menjalankan pendidikan politik ke masyarakat. Parpol harus aktif membangun kesadran politik agar masyarakat tidak anti politik yang berujung pada menurunya angka partisipasi politik. 
Ia kemudian meminta Rocky Gerung untuk menanggapi kondisi perpolitikan yang sedang terjadi saat ini dan bagaimana nasib politik dihari yang akan datang” pungkas ipul sapaan akrab syaiful ahmad.
“Sangat betul apa yang sodara deteksi” ungkap RG.
Bawah tugas partai yang sebenarnya adalah menjadi pendidik publik bukan menjadi debt colector. 
Kenapa terjadi demikian? Karna parpol tidak mempunyai kurikulum pendidikan politik, sehingga transformasi kesadaran politik tidak benar benar efektif, Kader partai harus aktif dengan masyarakat, menanyakan keadilan dan kesejahtraan mereka dan mensosialisasikan kesadaran politik dan pendidikan.
Saya sangat setuju bawah harus ada kurikulum pendidikan parpol kedepan agar betul betul fungsi konstitusionalnya dijalankan dengan baik, dan masyarakat pun akan cerdas dalam partisipasi politik” tutup laki laki kelahiran manado ini.