Hanya di Matim, Kontraktor “Nakal” Tetap Dikasih Jatah Proyek. Ada Apa?

283

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– Pengerjaan Proyek Fisik APBD Kabupaten Manggarai Timur tahun 2019, masih menjadi topik hangat di Masyarakat saat ini. Maraknya pengerjaan jalan yang telah menghabiskan uang negara Miliyaran Rupiah tersebut tidak sebanding dengan kualitas dan terkesan asal-asalan. Sebut saja proyek jalan Munde-Muting yang dikerjakan CV Budi Bakti, proyek jalan Waelengga – Lete- Sp. Rajong yang dikerjakan CV Permai dan Waelengga -Ajang – Sp. Mok yang dikerjakan CV Natalia. Itu pun masih seputaran Wilayah Kota Komba. Belum termasuk di wilayah Kecamatan lain seperti Lamba Leda, Elar, Elar Selatan, Sambi Rampas, Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur.

Lembaga DPRD dan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur rupanya tidak tinggal diam kala itu. Atas desakan masyarakat melalui pemberitaan media, pihaknya meninjau langsung beberapa titik proyek yang diduga bermasalah. Hasil tinjauan tersebut akhirnya mengerucut pada pembentukan panitia khusus (pansus) di Lembaga Dewan
terhadap realisasi program yang tidak memenuhi standar konstruksi sipil pada pelaksanaan program fisik tahun anggaran 2019.

Kerja pansus pun dimulai. Terdapat banyak temuan dan catatan penting yang harus diperhatikan oleh Dinas PUPR Matim. Tuntutannya jelas. Pelaksanaan program fisik tahun anggaran 2019 yang berkualitas buruk merupakan keharusan Dinas untuk segera diperbaiki.

Advertise

Baca Juga

Damu Damian, Wakil Ketua II DPRD Matim, saat diwawancarai Bidik News Bulan Agustus 2020, mendesak para kontraktor untuk menyelesaikan perbaikan terhadap pekerjaan fisik yang rusak dalam masa pemeliharaan yang masih tersisa.

“Apabila tidak diperbaiki, maka sisa dana jaminan pemeliharaan harus ditahan untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Banggar DPRD Matim itu juga mengingatkan para kontraktor yang tidak beres dalam mengerjakan program fisik pada tahun anggaran 2019, untuk tidak diikutsertakan pada tender proyek tahun berikutnya.

“Melalui Dinas PUPR Matim, dengan tegas kita ingatkan para kontraktor yang tidak beres dalam mengerjakan program fisik tahun 2019 agar tidak diberi kesempatan lagi untuk mengikuti tender proyek pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Ada apa dengan Dinas PUPR Matim sehingga Kontraktor “Nakal” masih diberi kesempatan dan akhirnya menang tender?mengapa suara Anggota Dewan yang satu ini tidak didengar? Ataukah Lembaga Dewan secara keseluruhan tidak punya nyali dalam kewenangannya sehingga Dinas PUPR di bawah intervensi Bupati Agas Andreas memandang “mereka” sebelah mata?

Titus Ahas, Kontraktor CV Natalia kembali dapat jatah alias menang tender pengerjaan fisik Tahun 2020. Pihaknya mengerjakan Proyek jalan lapen dengan nama paket Golo Lebo-Legur Lai di Kecamatan Elar, belum lama ini. Pengerjaan dengan pagu dana senilai 5 Miliyard tersebut pada Bulan Oktober lalu sempat mendapat sorotan warga sekitar karena disinyalir seperti proyek “siluman”. Tanpa papan tender dan tidak kunjung dikerjakan sementara materialnya sudah diturunkan.

***

Berbicara tentang CV Natalia rasanya seperti “lagu lama” jika dikaitkan dengan pengerjaan proyek Waelengga-Ajang-Sp. Mok pada tahun 2019 lalu. Temuan pansus DPRD Matim yang menegaskannya untuk melakukan perbaikan ulang juga terkesan asal jadi. Pantauan Bidik News, belum lama ini, di ruas-ruas yang mengalami kerusakan terparah hanya dilapisi dengan pasir sehingga mudah terkelupas bahkan di beberapa tempat tertentu sudah terjadi kerusakan baru.

Menanggapi hal tersebut, Gonis Badjang, Anggota DPRD Manggarai Timur fraksi PDI Perjuangan, kepada Media ini menuturkan bahwa jika pengerjaan dan perbaikan tersebut tidak sesuai keinginan pansus, maka akan ditempuh jalur hukum. Gonis menambahkan, penegasan itu tertuang dalam pandangan umum PDI Perjuangan dan Partai Perindo. Kita tunggu progresnya.

 

Penulis: Biro NTT_Nardi Jaya