Hedonisme Menurut Epicurus, Efek dan Cara Menjadi Bahagia

148
Foto: Filsuf Epicurus (Google)

BIDIKNEWS.id, Manggarai - Hedonisme berasal dari kata bahasa Yunani “Hedone" yang artinya kesenangan. Menurut KBBI Hedonisme adalah pandangan yang menganggap bahwa setiap kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi merupakan tujuan utama dalam hidup seseorang. Bagi masyarakat luas, hedonisme adalah sesuatu hal yang sering dikaitkan dengan sifat boros, gemar menghamburkan uang, serta hanya akan berpikir tentang kebahagiaan dunia saja. Jadi bisa dibilang gaya hidup hedonisme di jaman sekarang kesannya sangat negatif. Dari pengertian hedon tersebut mungkin kamu bertanya-tanya "apakah ada versi hedon yang membuat kita bahagia?"

Seorang Filsuf dari Yunani namanya Epicurus dalam versi hedonismenya mengatakan bahwa "dibandingkan kita boros, konsumtif dan nyari-nyari pleasure sebanyak-banyaknya. Kita pakai pendekatan sebaliknya. Justru dibandingkan kita ngejar pleasure lebih baik kita avoid pain.” Jadi kalau pandangan Epicurus dibandingkan kita beli kopi mahal di cafe, ke diskotik mabuk-mabukan dan beli makan-makanan maha. Mendingan kita hidup sederhana, tidak perlu beli makan-makanan mahal dan tidak perlu jadi boros. Yang penting kebutuhan-kebutuhan sederhana kita terpenuhi. Seperti makan, tidur, itu saja sudah cukup. Cara-cara sederhana ini adalah hedonis versi Epicurus.

Epicurus sendiri merupakan seorang filsuf Yunani kuno yang mendirikan sekolah Epicureanisme. Ia lahir di pulau Samos, Yunani dari orang tua Athena. Pemikirannya dipengaruhi oleh Democritus, Aristoteles, dan para filsuf sinisme lainnya.

Pertanyaan besarnya "kenapa hedone seperti itu?"

Karena begini, Epicurus percaya bahwa kita tidak bahagia in the long term ketika mengejar pleasure terus menerus. Apalagi pleasure yang materealistis. Epicurus percaya bahwa hedonisme yang benar itu bukanlah hedonisme yang selalu ngejar pleasure. Kalau kita selalu ngejar-ngejar pleasure maka lama-kelamaan pleasure itu akan hilang dan jadi bumerang bagi kita. Perilaku-perilaku boros, konsumtif dan lain sebagainya itu akan buat kita sedih setelah melakukannya. Sehingga efek dalam jangka panjang pun sangat berbahaya buat hidup kita.

Beberapa contoh efeknya dalam jangka panjang:

1. Makan terlalu banyak. Ketika kita makan terlalu banyak, Perut kita pasti akan merasa tidak enak karena kekenyangan. Nah ini pleasure yang bisa menjadi bumerang dan dalam jangka waktu panjang bisa saja jadi obesitas karena makan terlalu banyak.

2. Bersenang-senang di diskotik. Setelah kita ke diskotik dan mabuk-mabukan, kemungkinan setelahnya kita merasa perut tidak enak, muntah-muntah, pusing dan lain sebagainya.

3. Sedih setelah senang maksudnya apa? Jadi bahwa, setelah kita merasa senang dan setelah itu kita merasakan sedih meskipun hanya sedikit. Kemungkinan kita akan merasa sangat sedih. Misal: kalau setiap hari kita makan enak, makan makanan mahal terus-terusan dan itu sudah menjadi standar kebahagian kita. Sekalinya kita makan di warteg yang murah, kita akan cendrung sedih dibandingkan dengan orang yang setiap hari susah makan atau puasa. Disaat mereka disuruh makan-makanan warteg, kemungkinan itu sudah menjadi makan tersedap buat mereka.

Jadi kalau menurut Epicurus "dibandingkan kita mengejar pleasure lebih baik kita avoid pain. Hindari penderitaan dengan hidup secukupnya atau sederhana saja. Tidak perlu jadi kaya, tidak perlu belanja-belanja dan tidak perlu uang banyak selama kebutuhan dasar kita terpenuhi kita masih bisa bahagia.

Epicurus hidupnya pun cuman punya dua baju, hidup di desa kecil dan lain sebagainya.Hal ini sendiri sudah bisa membuatnya bahagia. Nah kita sendiri kalau mungkin merasa cemas, sulit untuk bahagia dan beberapa hal negatif lainnya. Kita perlu belajar dari Epicurus! Karena mungkin ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari Epicurus. Pertanyaannya; bagaimana caranya menjadi bahagia seperti seorang hedonis?

Dibawah ini ada beberapa cara menjadi bahagia seperti seorang hedonis yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Hindari hal-hal yang tidak esensial dan tidak penting. Menurut Epicurus hal penting buat manusia untuk bisa bahagia dalam hidupnya sebenarnya simpel. Hal-hal yang disaat kita tidak melakukannya maka kita akan mati. Seperti makan, minum, tidur dan interaksi sama teman. Sisahnya kita tidak begitu butuh. Untuk makan dan minum pun tidak mesti yang mahal. Yang penting bisa mengisi perut saja sudah cukup. Kadang kita manusia terlalu memaksakan hal yang tidak esensial atau terjebak dengan tuntutan-tuntutan sosial yang bisa jadi tidak terlalu penting juga buat dipikirkan. Jadinya banyak yang overthingking. Belum lulus overthingking, belum ujian overthingking, belum nikah overthingking, sampai jomblo pun di overthingking juga. Padahal hidup itu simpel. Selama kita masih bisa makan, minum, tidur dan ngobrol sama teman sebenarnya kita masih bisa bahagia. Jadi kalau kamu merasa mencemaskan banyak hal, mungkin kamu perlu evaluasi diri. Apakah hal yang dicemaskan itu esensial buat hidup kamu? Kalo ternyata jawaban tidak, sekiranya kamu perlu hindari hal-hal yang tidak terlalu penting, yang tidak terlalu esensial-esensial untuk hidup kamu. Mungkin tidak seekstrim ketika kamu tinggal makan, minum, dan tidur saja. Tapi lebih ke kamu tahu hal yang benar-benar penting buat kamu dan hal mana yang cuma noise-noise saja.

2. Fokus kepada kebutuhan utama. Setelah kamu sudah menghindar dari hal-hal yang tidak penting buat hidup kamu, kamu sudah bisa fokus kepada kebutuhan utama kamu dalam hidup. Seperti makan, tidur dan melakukan hal yang penting buat kamu. Karena Kita tidak hanya makan tidur saja. Dan pertanyaan yang perlu kamu jawab adalah "apa hal yang penting buat kamu di dunia ini?" Apakah itu keluarga, pasangan, pekerjaan, teman-teman dan lain sebagainya. Ini adalah pertanyaan yang perlu kamu jawab sendiri. Karena masing-masing dari kita berbeda dalam menentukan hal yang penting buat kehidupan. Ada orang yang lebih mementingkan karir atau memprioritaskan karir dibandingkan keluarganya atau pacarnya. Ada yang tidak bermasalah bekerja biasa-biasa saja yang penting bisa menikmati hidup sama keluarganya. Keduanya tidak ada yang salah tinggal kamu memilih yang mana hal yang penting dalam hidup.

Kalau kamu sudah mengetahui tujuannya, kamu sudah bisa mulai memprioritaskan hal yang memang penting buat kamu. Kalau menurut kamu bahwa keluarga itu penting, ya sudah spend time bareng keluarga. Kalau menurut kamu pertemanan itu penting ya sudah spend time bareng teman-teman kamu. Hidup itu bisa jadi sesimpel itu, cuman kadang banyak yang lupa yang dipentingin apa, tapi yang dihabiskan waktunya apa. Dan bisa jadi kita tidak terlalu penting. Kalau kamu seperti itu, mungkin ada yang perlu kamu evaluasi. Bisa jadi kamu kurang cocok sama jurusan dan pekerjaan kamu yang sekarang, karena misalnya menguras waktu dan menyulitkan kamu melakukan hal yang kamu suka. Atau mungkin sekarang kamu masih dalam proses tahapan yang belum tahu hal yang penting buat kehidupan. Keduanya tidak apa-apa, yang penting sedikit demi sedikit kamu cari tahu "apasih hal yang penting buat kamu?" Bagaimana cara biar kamu bisa spend time untuk hal tersebut. Karena kalo kita hidup tapi kita tidak melakukan yang penting buat kita, buat apa kita hidup? Pasti Epicurus bakalan bilang seperti itu kalau beliau masih hidup.

3. Anggaplah kematian sebagai hal yang memberi kita ketenangan. Hidup di dunia itu penuh dengan penderitaan, mungkin sewaktu-waktu kita bahkan ditinggal sama orang yang kita sayang, kena bencana, penyakit dan lain sebagainya. Intinya hidup itu adalah penderitaan. Karena hidup itu penderitaan maka kematian adalah obat dari semua penderitaan itu. Epicurus percaya bahwa kalau kita mati sebenarnya kita bisa tenang. Kita bisa kembali ke alam dan tidak perlu hidup di tengah penderitaan lagi. Dan kalo dipandang dengan Epicureanisme ini adalah tingkat pleasure paling tinggi. Kenapa? Karena sesimpel kita gak menderita lagi di dunia selama-lamanya. Dan itu pasti hal indah yang kita rasain kata Epicurus.

4. Cobalah untuk bahagia dan santai sama teman-teman. Epicurus percaya bahwa hidup yang bahagia adalah hidup yang sederhana sama teman-teman. Cobalah untuk menikmati waktu bareng teman-teman kamu dengan baik. Karena hidup sesederhana menertawakan kejadian-kejadian positif dan negatif bareng teman. Nikmatilah waktu dengan baik dengan teman-teman kamu selagi kamu masih bisa menikmatinya.

5. Kebahagian itu adalah masalah mindset. Jadi kebahagian itu bukan masalah uang, apalagi barang. Kalau kata seseorang yang bijak: bukan masalah tempat nongkrongnya tapi tentang teman-temannya. Jadi kalo kamu sekarang tidak terlalu kaya itu bukan jadi masalah besar. Kamu masih bisa bahagia kok dengan hidup sederhana. Epicurus sudah membuktikannya.

Nah itulah beberapa hal yang bisa penulis bagikan terkait Hedonisme. Dari mulai asal kata Hedonisme, contoh Hedonisme, Hedonismes versi Epicurus sampai pada cara-cara bagaimana menjadi bahagia ala seorang Hedonisme. Penulis berharap sekiranya beberapa hal yang penulis bagikan dapat menambah wawasan pembaca setia BIDIK NEWS mengenai Hedonisme dan berguna buat kehidupan para pembaca.

Penulis: Engelbertus E. Barus (Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng)
Editor: Markus Kari