Hina Polisi saat Demo Tolak UU Cilaka, Mahasiswa Ini Akhirnya Menyerahkan Diri

6

BIDIKNEWS.id, Makassar – Salah satu peserta aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja menyerahkan diri, setelah melakukan penghinaan atau pelecehan terhadap institusi Polri.

Ujaran kebencian yang dilakukan pelaku bernama Yusri itu diposting di sebuah akun media sosial milik pribadinya. Postingan itu pun membuat geram warganet dan viral diberbagai media sosial.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, nampak Yusri sedang berjalan dengan para rekan wanitanya menuju titik aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulsel, Kamis siang kemarin.

Advertise

Baca Juga

Namun, di tengah perjalanan, pria 22 tahun itu berpapasan dengan anggota polisi, Yusri pun mengarahkan kamera handphone miliknya kearah sejumlah anggota polisi yang sedang berjaga-jaga di atas jembatan Fly Over, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar. Sambil mengarakan kamera, Yusri mengucapkan kata-kata kotor menghina para anggota polisi itu.

“Inne anasundalaka, polisi kongkong, anjing-anjing,” kata Yusri dalam postingannya itu.

Menyikapi postingan ujaran kebencian atau penghinaan itu, anggota unit Reskrim Polsek Panakkukang mencari tahu keberadaan pelaku. Mengetahui dirinya di cari polisi Yusri pun menyerahkan diri, Kamis malam.

“Menyerahkan diri langsung ke Polsek tadi malam, karena dia tau sedang dicari,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim, Jumat 9 Oktober 2020.

Kata Halim, pria berambut gondrong itu pun sementara menjalani pemeriksaan di Mako Polsek Panakkukang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sementara masih diperiksa di Reskrim, keterangannya dia wiraswasta bukan mahasiswa, dia hanya ikut-ikut demo juga,” ungkap Halim.

Di hadapan polisi Yusri mengaku khilaf dan memohon maaf kepada seluruh jajaran Polri di Indonesia. “Saya khilaf, saya mohon maaf, saya terpancing,” ujarnya. (*)

Editor: Ahmad Rusli