HUT Manggarai Timur ke-13, Bocah Korslet dan Itok Aman Siap Tampil

4529

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Manggarai Timur (KMT) yang ke-13 pada tanggal 23 November 2020, pemerintah KMT menyelenggarakan pesta rakyat di Lehong sebagai pusat administrasi pemerintahan. Uniknya, moment kali ini memprioritaskan peran kaum muda sebagai generasi pelanjut estafet perjuangan dan pembangunan Kabupaten Manggarai Timur.

“Bagian terpenting dari stakeholders pembangunan daerah selama 13 tahun ini adalah kaum muda. Mereka tidak hanya besar dalam jumlah; namun juga memiliki jiwa, kreatif, inovatif, berwawasan luas termasuk penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang melampaui generasi sebelumnya,” ucap Kanisius Jusdin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Matim selaku penanggung jawab kegiatan HUT KMT, saat ditemui diruang kerjanya Jumad (20/11/2020).

Ia mengatakan, HUT kali ini ibarat suatu etape dalam siarah kehidupan masyarakat manggarai timur menuju cita-cita besarnya sejahterah, berdaya dan berbudaya (seber). “Selain sebuah momen yang patut disyukuri bersama, HUT ini menjadi waktu yang tepat untuk berkontemplasi, menemukan semangat dan landas pijak bersama dalam mewudkan SEBER,” ungkapnya.

Advertise

Baca Juga

Kesadaran ini, jelas Jusdin, mendorong Pemda Matim melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memberi dan mencipta ruang-ruang ekspresi diri anak muda dengan tema besar Seber Lestarikan Budaya.

Pameran Karya Kreatif

Kadis Kanisius Jusdin mengungkapkan, momen HUT KMT adalah ajang menunjukan diri dalam karya kreatif putra dan putri Manggarai Timur. “Mereka adalah Youtuber Ronsi Geronsyono asal Desa Satar Nawang dengan icon bocah korslet, Itok Aman, Stand up comedian asal Kota Komba, Maestro tari Yohanes Berto Manti, Pelukis Ludwig Wisang dan komunitas Panser Matimnya, Eman, Perupa asal Desa Compang Kempo.

Selain itu, kata Jusdin, hadir juga Andri Tule, Founder Kedai Kopi Edelweiss dari Pesi, Wilibrodus Barus bersama siswa/inya, komunitas seni SMA 3 Borong, Romo Hermen Sanusi, komunitas olahan pangan lokal “mie kelor ubi ungu ala SMAK Pancasila Borong serta masih banyak komunitas putra-putri Matim yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manngarai Timur, yang belum sempat ditampilkan saat ini.

Ia berharap, Kaum muda sebagai pelestari Kebudayaan Manggarai Timur tetap selalu sehat dan semangat membangun kebudayaan menuju Matim Seber.

Penulis: Biro NTT _ Nardi Jaya