Imigrasi Kelas I Kendari lindungi WNA Pemalsu KTP?

1649

Sultra, bidiknews.net – Wang masuk indonesia sudah bertahun-tahun lamanya, WNA asal China ini menetap di Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sampai saat Wang terduga kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP ) dengan mengganti namanya sebagai Wawan Razak Saputra.

Kasus pemalsuan indentitas menjadi topik paling hangat di wilayah Sultra bahkan pusat pun menyorot kasus ini, sebab menyangkut dokumen negara yang sangat berharga.

Ketua BAKIN Sultra, La Munduru yang juga adalah penduduk asli Kendari menyayangkan kasus ini beliau menduga, kasus Mister Wang bukan hanya kasus pemalasuan indentitas KTP, tapi juga soal administrasinya sebagai WNA atau TKA saat masuk indonesia belum jelas.

Advertise

Baca Juga

“Kalau soal urusan pemalsuan KTP sekarang sudah diproses Polda Sultra, tapi kalau Mister Wang statusnya sebagai TKA maka bisa jadi Mister Wang berurusan juga dengan Nakertrans dan Imigrasi kelas 1 Kota Kendari karna soal WNA atau TKA itu kewenangan Nakertrans dan Imigrasi dibawah pengawasan Kementrian HUKUM & HAM.” Pungkasnya.

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 116 tentang Keimigrasian, juga Pasal 122 tentang penyalahgunaan izin tinggal Keimigrasian.

Kemudian sanksi untuk pelanggaran pengguna TKA telah diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2013. Pemberi kerja TKA yang tidak memiliki ijin pempekerjakan TKA asing ( IMTA ) dapat dikenakan hukuman penjara 1-5 tahun dan denda 100 juta – 400 juta.

Jika memiliki jabatan tidak sesuai dan tidak menunjuk TKI sebagai pendampingnya maka dapat didenda 10 juta – 40 juta dan penjara 1 bulan – 12 bulan.

La Munduru juga sayangkan pihak Imigrasi mengenai SOP Penjemputan WNA yang tersebut bermasalah

“Sangat disayangkan pihak imigrasi tak berkutik saat hadapi Mister Wang, sebab mereka pulang dengan tangan kosong karna imigrasi menjemput Mister Wang dari perusahaan saja sampai dibawa kerumahnya di Kabupaten Konawe Utara padahal sebenarnya mister wang diperiksa dikantor bukan dirumah pribadinya.” ungkap La Munduru tegas…

Laporan : Biro Sultra _ Munawir, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News