Inkonsistensi Pemkot Makassar terkait penetapan Shalat Idul Fitri. Bolehkah di Masjid?

99

Makassar bidiknews.net – Dikutip dari pemberitaan beberapa media di Makassar sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Prof. Yusran Yusuf membolehkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan terbuka dengan tetap meneraokan Physical Distancing dan adanya protokol penanganan jamaah sesuai aturan.

Namun, sehari saja berselang, beliau kembali meminta kepada masyarakat agar pelaksanaan salat idul fitri dilakukan secara berjamaah di rumah masing-masing.

“Kami tetap menyampaikan bahwa imbauan pemerintah agar melaksanakan salat idul fitri di rumah masing-masing. Dan bagi saudara kita yang ingin melaksanakan di masjid, tentu harus diperhatikan betul bahwa jamaah dan lokasi kita harus menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Advertise

Baca Juga

Pernyataan ini disampaikan usai melakukan vidio conference bersama Gubernur dan Kepala-kepala daerah se Sulawesi Selatan, di Posko Induk Info CoViD-19 Pemkot Makassar, Jl. Nikel, Selasa, 19/5/2020.

Pemerintah mulai dari level lurah bersama jajaran pengurus mesjid menurut Yusran mesti bersinergi dan bertanggung jawab guna memastikan warga yang melaksanakan salat ied di masjid betul-betul aman dari penyebaran CoViD-19.

“Tim gugus tugas harus datang sehari sebelum pelaksanaan dan pada saat pelaksanaan salat Ied untuk melakukan scanning, melakukan pengaturan sehingga protokol kesehatan benar-benar diterapkan,” pungkas Yusran.

Karenanya, masjid-masjid itu harus dilengkapi dengan tempat cuci tangan, pendeteksi suhu tubuh, dan jemaahnya wajib mengenakan masker.

Editor : Redaktur Bidik News