Janda Satu Anak di NTT Ditemukan Tewas Usai Bersetubuh dengan Selingkuhan

438

Ngada, bidiknews.id – Seorang janda satu anak berinisial EE (45) ditemukan tewas, usai melakukan hubungan seksual dengan selingkuhannya yang berstatus suami orang berinisial KU di kampung Wolobawa, Desa Kezewea, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kapolres Ngada AKBP. Rio Cahyowi melalui Kasat Reskrim Polres Ngada I Ketut Rai Artika menjelaskan hal itu kepada wartawan pada Selasa 08, September 2020.

Kasat Ketut mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku inisial KU di kediamannya. Ia ditangkap karena telah melakukan tindak pidana yang mengizinkan orang lain yang membutuhkan pertolongan sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Advertise

Baca Juga

Ia menjelaskan tim Gabungan Satuan Reskrim Buru Sergap (Buser) Polres Ngada dan Anggota Polsek Golewa dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Ngada dan Kanit Tipikor Polres Ngada IPDA Anselmus Leza dan Anggotanya menangkap KU berdasarkan Surat Perintah Tugas yang ditanda tangani oleh Kapolres Ngada.

Kasat Ketut menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, korban inisial EE dan tersangka inisial KU menjalin hubungan asmara. KU, kata dia, diketahui sudah beristri.

Sehari sebelum kejadian, dua sejoli itu berjanji untuk bertemu di TKP melalui pesan media sosial Facebook, tepatnya pada Senin 10 Agustus Lalu. Saat itu, korban sempat mengeluh karena kondisi badan lemah.

Namun, pada Selasa, 11 Agustus 2020 pukul 18.42 wita korban dan tersangka akhirnya bertemu di tempat kejadian. Saat itulah korban dan tersangka melakukan hubungan badan layaknya suami-Istri.

“Yang mana dalam hubungan badan tersebut baru berjalan lima menit. Korban sempat mengeluh dengan mengeluarkan kata-kata “Kaka saya lemas.” Setelah mengeluarkan kata-kata tersebut saat itu tersangka mendengar suara ngorok korban dan merasakan udara keluar dari kemaluan korban,” katanya saat dihubungi wartawan belum lama ini.

Ia menambahkan, saat sedang bersetubuh korban mengalami kejang-kejang hingga diam tak berdaya. Melihat hal tersebut, tersangka pun panik, bahkan, ia mencoba menggoyangkan badan korban.

“Akan tetapi saat itu korban diam saja dan saat itu korban sempat memakaikan baju dan celana korban. Tersangka sempat menunggu ditempat kejadian sekitar 10 menit,” ucapnya.

Selanjutnya, lanjut Kasat Ketut, tersangka meninggalkan korban dalam keadaan tergeletak di TKP. Bahkan,  tersangka tega membawa serta Handphone (HP) milik korban dan menyimpan HP tersebut dirumahnya.

Tak lama kemudian, tepatnya pada Jumat 14 Agustus 2020 tersangka pun mendengar, bahwa warga sekitar TKP itu digegerkan atas penemuan mayat korban dan saat itu juga tersangka mencampakkan HP milik korban ke laut bertujuan untuk menghilangkan jejak antara korban dan tersangka.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News